Tugas II

1.struktur Pengendalaian Internal dalam Kerangka COSO

COSO menekankan Pengendalian Internal sebagai suatu “proses” yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis entitas yang berkelanjutan (on going business activities). Untuk tujuan pelaporan manajemen kepada publik, Pengendalian Internal terkait penjagaan asset dari pengambilan, penggunaan, atau penghilangan yang tidak terotorisasi adalah suatu proses yang dipengaruhi  oleh dewan komisaris, manajemen, dan personil lainnya dari sebuah entitas, yang dirancang untuk memberikan keyakinan/jaminan yang wajar berkaitan dengan pencegahan atau deteksi dini terhadap pengambilan, penggunaan, atau penghilangan yang tidak terotorisasi terhadap asset entitas sehingga dapat memberikan pengaruh/efek yang material terhadap laporan keuangan.

2. Tujuan Pengendalaian Internal menurut COSO

COSO mengasumsikan bahwa entitas telah menetapkan sendiri tujuan dari aktivitas operasinya. Namun COSO mengidentifikasikan tiga tujuan utama dari entitas, antara lain :

  • Efektivitas dan efisiensi operasi
  • Keandalan laporan keuangan
  • Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku

3. Unsur-Unsur SPI menurut COSO

COSO mengidentifikasi Sistem Pengendalian Internal yang efektif meliputi lima komponen yang saling berhubungan untuk mendukung pencapaian tujuan entitas, yaitu

(a)   Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Terdiri dari identifikasi risiko dan analisis risiko. Identifikasi risiko meliputi pengujian terhadap faktor-faktor eksternal seperti perkembangan teknologi, persaingan, dan perubahan ekonomi.  Factor internal diantaranya kompetensi karyawan, sifat dari aktivitas bisnis, dan karakteristik pengelolaan sistim informasi. Sedangkan Analisis Risiko meliputi mengestimasi signifikansi risiko, menilai kemungkinan terjadinya risik, dan bagaimana mengelola risiko.

(b)  Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Merupakan pondasi dari komponen lainnya dan meliputi beberapa faktor diantaranya :

  • Integritas dan Etika
  • Komitmen untuk meningkatkan kompetensi
  • Dewan komisaris dan komite audit
  • Filosofi manajemen dan jenis operasi
  • Kebijakan dan praktek sumber daya manusia

COSO menyediakan pedoman untuk mengevaluasi tiap factor tersebut diatas. Misal, Filosofi manajemen dan jenis operasi dapat dinilai dengan cara menguji sifat dari penerimaan risiko bisnis, frekuensi interaksi dari tiap subordinat, dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan.

(c)   Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

Terdiri dari kebijakan dan prosedur yang menjamin karyawan melaksanakan arahan manajemen. Aktivitas Pengendalian meliputi reviu terhadap sistim pengendalian, pemisahan tugas, dan pengendalian terhadap sistim informasi. Pengendalian terhadap sistim informasi meliputi dua cara :

  • General controls, mencakup kontrol terhadap akses, perangkat lunak, dan  system development.
  • Application controls, mencakup pencegahan dan deteksi transaksi yang tidak terotorisasi. Berfungsi untuk menjamin completeness, accuracy,  authorization and validity dari proses transaksi

(d)  Informasi dan komunikasi

COSO menyatakan perlunya untuk mengakses informasi dari dalam dan luar, mengembangkan strategi yang potensial dan system terintegrasi, serta perlunya data yang berkualitas. Sedangkan diskusi mengenai komunikasi berfokus kepada menyampaikan permasalahan Pengendalian Internal, dan mengumpulkan informasi pesaing.

(e)  Pengawasan (Monitoring)

Karena Pengendalian Internal harus dilakukan sepanjang waktu, maka COSO menyatakan perlunya manajemen untuk terus melakukan pengawasan terhadap keseluruhan Sistim Pengendalian Internal melalui aktivitas yang berkelanjutan dan melalui evaluasi yang ditujukan terhadap aktivitas atau area yang khusus.

4. Pengertian Risk EKsposure

Risk Eksposure (eksposure Resiko) adalah Resiko-resiko yang di hadapi suatu Entitas dari OPerasi Usahanya dan yang memiliki konsekuensi keuangan.

Misalnya: cost yang berlebihan, pendapatan yang menurun, kehilangan aser, kesalahan-kesalahan akuntansi yang tidak sengaja,bisnis yang tidak berhenti, pencurian aktiva,tindakan kekerasan dan Bencana Alam,kecurangan, dan Kerah putih.

5. Hubungan sistem Pengendalian Internal dengan Eksposur Resiko

Eksposure Resiko adalah Resiko-resiko yang di hadapi suatu Entitas dari OPerasi Usahanya dan yang memiliki konsekuensi keuangan. Lingkungan pengendalian mempengaruhi suasana suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran tentang pengendalian kepada orang-orangnya, dan merupakan landasan bagi komponen-komponen pengendalian lainnya, dengan menciptakan disiplin dan struktur

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Pengendalian Intern
•Integritas & nilai-nilai etika
•Komitmen terhadap kompetensi
•Dewan Komisaris dan Komite Audit
•Falsafah manajemen dan gaya operasi
•Struktur organisasi
•Penetapan wewenang dan tanggung jawab
•Kebijakan dan praktik di bidang SDMmenentukan efektif/tidaknya SPI

Resiko itu terjadi pada saat melakukan suatu kegiatan dalam Organisasi dan berkaitan dengan Sistem Pengendalian Internal. Resiko tidak bisa dihentikan dari pengendalian Internal karena adanjya kolusi, kurang menegakkan dalam menegakan prosedur-prosedur serta kebijkan-kebijakan managemen, dan kejahatan Komputer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s