TRANSLASI MATA UANG ASING (Akuntansi Internasional)

A) Perbedaan translasi dan konversi antar mata uang asing.
Translasi tidak sama dengan konversi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, seperti halnya sebuah neraca yang dinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang kedalam nilai ekuivalen dollar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi.
Saldo-saldo dalam mata uang asing ditranslasikan menjadi nilai ekuivalen mata uang domestic berdasarkan kurs nilai tukar valuta asing yaitu harga satu unit suatu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lainnya. Mata uang Negara dagang utama dibeli dan dijual dalam pasar global. Dengan dihubungkan lewat jaringan telekomunikasi yang canggih, para pelaku pasar mencakup bank dan perantara mata uang lainnya, kalangan usaha, para individu, dan pedagang professional. Dengan menyediakan tempat bagi para pembali dan penjual mata uang, pasar mata uang asing memfasilitasi transfer pembayaran internasional (contoh: dari importer kepada eksportir), memungkinkan terjadinya pembelian atau penjualan internasional secara kredit (contoh: letter of credit suatu bank yang memungkinkan barang dikirimkan kepada pembeli yang belum dikenal sebelum dilakukan pembayaran), dan meyediakan alat bagi para individu atau kalangan usaha untuk melindungi diri mereka dari resiko nilai mata uang yang tidak stabil.
Transaksi mata uang asing terjadi pada pasar spot, forward, atau swap. Mata uang yang dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya, yaitu dalam waktu 2 hari kerja. Kurs pasar spot dipengaruhi oleh banyak factor, termasuk perbedaan tingkat inflasi antar Negara, perbedaan suku bunga nasional dan ekspektasi terhadap arah nilai tukar di masa mendatang. Transaksi pada pasar forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot.
Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau penjualan spot atau pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu Negara asing, dalam kesempatan yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs nilai tukar valuta asing.

B) Istilah dalam translasi mata uang asing.
Translasi adalah penjabaran mata uang asing. Translasi merupakan pertukaran mata uang asing (diatur oleh IAD no.21)
1. Translasi terjadi apabila perusahaan anak cabang telah signifikan, dan
ada MNC (Multy National Corporete)
2. Translasi merubah satuan yang berbeda-beda menjadi satuan uang.
3. translasi yang bermaun krus
Translasi merupakan proses penerjemahan bahasa pemograman ( source code) menjadikan sebuah file atau berupa tampilan lain. Proses Transalai meliputi istilah: Compile, Interpret, dan Link. Program aplikasi computer (perangkat lunak) yang biasa dikembangkan dapat berada dalam tiga bentuk:
1. Source-code
2. Intermediate-code
3. Executable-code
Ada Dua Proses Tahap Translasi :
1. Translasi dari source-code ke intermediate-code
2. Translasi dari intermediate-code ke executable-code
Variasi Pendekatan Translasi
Pendekatan translasi program komputer dalam bentuk source-code ke executable-code :
1. Full-interpretation. Translasi dari source-code langsung ke
executable-code dengan menggunakan sat tahap saja.
2. Mixed. Translasi dari source-code ke intermediate-code bersifat
compile (dihasilkan output file). Translasi dari intermediate-code ke
executable-code bersifat interpret (tidak dihasilkan output file).
3. Full-compilation. Translasi dari source-code ke intermediate-code bersifat compile (output file ada). Translasi dari intermediate-code ke executable-code bersifat compile juga (output file ada).Kata ‘compile’ dipakai sebagai istilah translasi yang menghasilkan output file . Untuk selanjutnya, kata compile bermakna ‘translasi dari source-code ke intermediate-code (yang menghasilkan output file)’.Dalam praktek, pemakaian kata ini sangat sembarangan, bisa berarti apa.

C) Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing.
Perlakuan-perlakuan akuntansi menyebabkan penyesuaian-penyesuaian intemasional ini sama beragamnya dengan prosedur-prosedur translasi yang melatarbelakanginya. Karenanya, solusi-solusi yang masuk akal atas masalah bagaimana memperlakukan “keuntungan atau kerugian” translasi ini sangat dibutuhkan.
Pendekatan-pendekatan atas akuntansi bagi penyesuaian translasi dimulai dari pendekatan deferral (penundaan) hingga pendekatan yang tidak mengharuskan penundaan sama sekali, dengan perlakuan-perlakuan hibrida diantara keduanya.
Mayor deferal.Memasukkan penyesuaian-penyesuaian translasi dalam laba berjalan secara umum umum ditentang dengan alasan bahwa penyesuaian-penyesuaian tersebut hanyalah produk dari proses penyajian ulang. Yaitu, perubahan-perubahan dalam valuta domestik ekivalen dari aktiva bersih perusahaan anak di luar negeri “belum terealisasi”, tidak memiliki efek atas arus kas valuta lokal yang ditimbulkan oleh entitas di luar negeri yang mungkin sedang melakukan investasi ulang atau membayar kembali kepada perusahaan induk. Memasukkan penyesuaian-penyesuaian semacam itu dalam laba berjalan, dengan demikian, akan menyesatkan. Dalam situasi-situasi ini, penyesuaian translasi harus diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi.
Meskipun begitu, pendekatan deferral, mungkin ditentang dengan alasan bahwa nilai tukar tidak kembali ke keadaan semula dengan sendirinya. Bahkan jika hal itu terjadi, penyesuaian-penyesuaiati deferral atau transaksi akan didasari pada prediksi nilai tukar, upaya yang paling susah dalam praktik. Situasi-situasi bisa timbul dimana hasil-hasil operasi mengalami salah saji hanya karena kesalahan peramalan. Bagi beberapa pihak, penundaan kerugian atau keuntungan translasi menutupi perilaku perubahan nilai tukar; yaitu, perubahan-perubahan kurs merupakan fakta historis dan pemakai-pemalcai laporan keuanganakan terlayani dengan baik jika dampak-dampak fluktuasi nilai tukar dicatat ketika dampak-dampak ini muncul. Menurut FAS No. 8(paragraf 199), “Kurs selalu berfluktuasi; akuntansi seharusnya tidak memberi kesan bahwa kurs tersebut stabil”.
Deferral dan Amortisasi. Beberapa pengamat menyukai penundaan keuntungan dan kerugian translasi dan mengamortisasikan penyesuaian-penyesuaian ini selama usia item-item neraca yang bersangkutan. Apresiasi marka terhadap dolar antar tanggal konsolidasi menghasilkan kerugian translasi. Berdasarkan asumsi bahwa biaya dari aset termasuk pengorbanan yang diperlukan untuk mengurangi dan menghapus kewajiban yang terkait, kerugian translasi akan diperlakukan sebagai bagian dari biaya aset yang bersangkutan dan diamortisasikan menjadi beban selama usia produktif aset Tersebut.
No deferral. Pilihan ketiga dalam akuntansi bagi keuntungan dan kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian atau keuntungan tersebut dalam laporan laba-rugi secepatnya. Penundaaan macam apapun dianggap semu dan menyesatkan. Selain itu, kriteria-kriteria penundaan dianggap tidak mungkin diimplementasikan dan secara internal tidak konsisten. Jadi, pendekatan tradisionalnya adalah mengakui kerugian dengan segera tetapi hanya mengakui keuntungan sejauh keuntungan tersebut telah terealisasi. Walaupun bersifat konservatif, penundaan keuntungan translasi semata-mata dilakukan karena keuntungan “menolak” bahwa perubahan kurs telah terjadi.
Memasukkan keuntungan dan kerugian translasi dalam laba berjalan, sayangnya, berarti melibatkan elemen random dalam laba yang bisa mengakibatkan gejolak laba yang signifikan setiap kali nilai tukar berubah. Selain itu, memasukkan keuntungan dan kerugian “di atas kertas” semacam itu ke dalam laba yang dilaporkan bisa menyesatkan pembaca laporan keuangan, karena penyesuian-penyesuaian ini tidak selalu menyediakan informasi yang cocok dengan dampak ekonomi yang diharapkan dari perubahan kurs atas arus kas perusahaan.

D) Pengaruh metode translasi mata uang asing terhadap laporan keuangan.
Ketiga nilai tukar berikut ini digunakan ketika melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domestic. Pertama, kurs ini adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan. Kedua, kurs histories adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing pertama kali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi. Terakhir, kurs rata-rata yaitu rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar histories. Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar histories dibandingkan dengan kurs nilai tukar kini terhadap laporan keuangan ketika digunakan sebagai koofisien translasi mata uang asing. Kurs nilai tukar histories umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestic.

1. Single Rate Method
Berdasarkan pendekatan translasi ini, laporan keuangan operasi luar negeri, yang dianggap oleh perusahaan induk sebagai entitas yang otonom, memiliki domisili pelaporan mereka sendiri. Ini adalah lingkungan akuntansi lokal tempat dimana perusahaan afiliasi asing tersebut mentraksaksikan urusan bisnisnya. Untuk mempertahankan “rasa” lokal dari laporan valuta, suatu cara harus ditemukan agar translasi bisa dilaksanakan dengan distorsi yang minimal. Cara yang paling baik adalah penggunaan metode kurs berlaku.
Karena semua laporan keuangan valuta asing sebenarnya dikalikan dengan suatu konstansta, metode translasi ini mempertahankan hasil keuangan dan hubungan asli (misalnya. rasio-rasio keuangan) dalam laporan konsolidasi dari entitas-entitas individual yang dikonsolidasi. Hanya bentuk perkiraan-perkiraan luar negeri, bukan hakekatnya, yang berubah dalam metode kurs berlaku.
Meskipun menarik dan sederhana secara konseptual, metode kurs berlaku dipersalahkan oleh sebagian orang karena merusak tujuan dasar dari laporan keuangan konsolidasi, yaitu karena menyajikan, untuk keuntungan pemegang saham perusahaan induk, hasil-hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan induk dan perusahaan-perusahaan anaknya dari perspektif valuta tunggal yaitu. mempertahankan valuta pelaporan perusahaan induk sebagai unit pengukuran. Dalam metode kurs berlaku, hasil-hasil konsolidasi akan mencerminkan perspekfif-perspektif valuta dari masing-masing negara tempat dimana perusahaan-perusahaan anak berada. Misalnya, jika sebuah aktiva dip=roleh sebuah perusahaan anak di luar negeri seharga VA 1,000 ketika kursnya adalah VA 1=$1, maka biaya historisnya dari perspektif dolar adalah $1.000; dari perspektif valuta lokal juga $1,000. Jika kurs berubah menjadi VA 5 = $1, biaya historis aset tersebut dari perspektif dolar (translas’ biaya historis) tetap $1,000. Jika valuta lokal tetap dipertahankan sebagai unit pengukuran, nifai aset akan diekspresikan sebesar $200 (translasi kurs berlaku).
Metode kurs berlaku juga dipersalahkan karena mengasumsikan bahwa semua aktiva-valuta lokal dipengaruhi oleh risiko nilai tukar (yaitu, mengasumsikan bahwa fluktuasi valuta domestik yang ekivalen, yang disebabkan oleh fluktuasi kurs translasi berjalan, merupakan indikator perubahan nilai intrinsik aktiva-aktiva tersebut). Hat ini jarang benar karena nilai persediaan dan aktiva-aktiva tetap di luar negeri umumnya didukung oleh inflasi lokal.

2. Multiple Rate Methods
Metode-metode kurs berganda mengkombinasikan nilai tukar berjalan dan historis dalam proses translasi. 3 metode semacam itu akan dibahas berikut ini.
Metode berlaku-historis. Berdasarkan pendekatan berlaku-historis, yang populer di AS dan ditempat-tempat lain sebelum tahun 1976, aktiva lancar dan kewajiban lancar sebuah perusahaan anak di luar negeri ditranslasikan kedalam valuta pelaporan perusahaan induknya dengan menggunakan kurs berlaku. Aktiva dan kewajiban non-lancar ditranslasikan dengan kurs historis.
Item-item laporan laba-rugi, kecuali beban depresiasi dan amortisasi, ditranslasikan dengan kurs rata-rata masing-masing bulan operasi atau dengan basis rata-rata tertimbang dari seluruh periode yang akan dilaporkan. Beban depresiasi dan amortisasi ditranslasikan dengan memakai kurs historis yang berlaku pada saat aset yang bersangkutan diperoleh.
Metodologi ini, sayangnya, memiliki sejumlah kelemahan. Misalnya, metode ini kurang memilik justifikasi konseptual. Definisi-definisi yang ada mengenai aktiva dan kewajiban lancar dan non-lancar tidak menjelaskan mengapa cara klasifikasi seperti itu menentukan kurs mana yang akan digunakan dalam proses transiasi.
Metode moneter-nonmoneter. Seperti halnya metode berlaku-historis, metode moniter-nonmoneter memakai pola klasifikasi neraca untuk menentukan kurs translasi yang tepat.
Karena item-item moneter diselesaikan dalam kas; pemakaian kurs berlaku untuk mentranslasikan item-item valuta asing menghasilkan valuta domestik ekivalen yang mencerminkan nilai realisasi atau nilai penyelesaiannya.
Metode Temporal Menurut pendekatan temporal, translasi valuta merupakan suatu proses konversi pengukuran (yaitu, penyajian ulang nilai tertentu). Karena itu, metode ini tidak dapat digunakan untuk mengubah atribut suatu item yang sedang diukur; metode ini hanya dapat mengubah unit pengukuran. Translasi saldo valuta asing, misalnya, hanya mengubah (restate) denominasi persediaan. tidak penilaian aktualnya. Dalam GAAP AS, aktiva kas diukur berdasarkan jumiah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan hutang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan akan diterima atau dibayar pada saat jatuh tempo. Kewajiban dan aktiva lain diukur pada harga yang berlaku ketika item¬item tersebut diperoleh atau terjadi (harga historis). Meskipun begitu, beberapa diantaranya diukur berdasarkan harga yang berlaku pada tanggal laporan keuangan (harga berjalan), seperti persediaan dibawah aturan biaya atau pasar. Pendek kata, ada dimensi waktu yang berkaitan dengan nilai-nilai uang ini.
Menurut Lorensen, cara terbaik untuk mempertahankan basis-basis akuntansi yang digunakan untuk mengukur item-item valuta asing adalah dengan mentranslasikan jumlah uang luar negerinya dengan kurs yang berlaku pada tanggal pengukuran uang luar negeri berlangsung. Prinsip temporal dengan demikian menyatakan bahwa
uang, piutang, dan hutang yang diukur pada jumlah yang dijanjikan seharusnya ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada tanggal neraca. Aktiva dan kewajiban yang diukur pada harga uang seharusnya ditranslasikan memakai kurs yang berlaku pada tanggal yang berkenaan dengan harga uang tersebut.

E) Evaluasi dan pemilihan metode translasi mata uang asing.
Metode konversi mata uang
Diseluruh dunia setidaknya dikenal 4 jenis metode konversi mata uang, yaitu :

1. Metode Current/Non current
Metode ini merupakan metode yang paling tua di antara metode konversi mata uang. Dengan metode ini, semua asset dan kewajiban lancer dari cabang-cabang perusahaan dikonversikan dalam mata uang Negara asal dengan kurs saat ini, yaitu kurs pada saat neraca disusun. Sedang asset dan kewajiban yang tidak lancar (noncurrent),seperti biaya depresiasi, dikonversikan pada kurs histories, yaitu kurs pada saat asset diperoleh ataupun pada saat kewajiban terjadi. Oleh karena itu, cabang perusahaan di luar negeri yang memiliki modal kerja yang dinilai positif dalam mata uang local akan meningkatkan resiko rugi (translation loss) akibat devaluasi dengan metode current/non current. Sebaliknya bila modal kerja ternyata negative dinilai dalam mata uang local berarti terdapat keuntungan (translation gain) akibat revaluasi dengan metode tersebut.
Namun demikian, metode ini tidak mempertimbangkan unsur ekonomis. Menggunakan kurs akhir tahun untuk mentranslasikan aktiva lancar secara tidak langsung menunjukkan bahwa kas, piutang, dan persediaan dalam mata uang asing sama-sama menghadapi risiko nilai tukar. Hal ini tentu tidak tepat. Sebaliknya, translasi utang jangka panjang berdasarkan kurs histories mengalihkan pengaruh mata uang yang berfluktuasi kedalam tahun penyelesaian.

2. Metode Monetary/non monetary
Asset moneter (terutama kas, surat-surat berharga, piutang, dan piutang jangka panjang) dan kewajiban moneter (terutama utang lancar dan utang jangka panjang) dikonversi pada kurs saat ini. Sedang pos-pos nonmoneter, seperti stock barang, asset tetap, dan investasi jangka panjang, dikonversi pada kurs histories.
Pos-pos dalam laporan laba/rugi dikonversi pada kurs rata-rata pada periode tersebut, kecuali untuk pos penerimaan dan biaya yang berkaitan dengan asset dan kewajiban non moneter. Biaya depresiasi dan biaya penjualan dikonversi pada kurs yang sama dengan pos dalam neraca. Akibatnya, biaya penjualan bisa saja dikonversi dengan kurs yang berlainan dengan kurs yang digunakan untuk mengkonversi penjualan. Perlu diperhatikan bahwa metode moneter-non moneter bergantung pada klasifikasi skema neraca untuk menentukan kurs translasi yang tepat. Hal ini dapat menghasilkan hasil yang kurang tepat. Metode ini juga akan mendistorsikan marjin laba karena menandingkan penjualan berdasarkan harga dan kurs translasi kini dengan biaya penjualan yang diukur sebesar biaya perolehan dan kurs translasi histories.

3. Metode temporal
Dengan menggunakan metode temporal, translasi mata uang merupakan proses konversi pengukuran atau penyajian ulang nilai tertentu. Metode tidak mengubah atribut suatu pos yang diukur, malainkan hanya mengubah unit pengukuran. Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing menyebabkan pengukuran ulang denominasi pos-pos tersebut, tetapi bukan penilaian sesungguhnya.
Metode ini merupakan modifikasi dari metode moneter/non moneter. Perbedaannya, dalam metode moneter/non moneter, persediaan (inventory) selalu dikonversi dengan kurs histories. Sedang dalam metode temporal, persediaan umumnya dikonversi dengan kurs histories, namun bisa saja dikonversi dengan kurs saat ini apabila persediaan tersebut dicatat dalam neraca dengan nilai pasarnya. Secara teoritis, metode temporal lebih menekankan pada evalusai biaya (histories ataukah pasar).
Pos-pos dalam laporan laba/rugi umumnya dikonversi dengan kurs rata-rata pada periode laporan. Sedang biaya penjualan, cicilan utang, dan depresiasi yang berkaitan dengan pos-pos dalam neraca dikonversi dengan kurs histories (harga di masa lalu).

4. Metode Current rate
Metode ini merupakan metode yang paling mudah karena semua pos neraca dan laba/rugi dikonversi dengan kurs saat ini. Metode ini direkomendasi oleh Ikatan Akuntan Inggris, Skotlandia, dan Wales, serta secara luas digunakan oleh perusahaan-perusahaan Inggris. Dengan metode ini, bila asset yang didenominasi dalam valas melebihi kewajiban dalam valas, suatu devalusai akan menghasilkan kerugian. Variasi dari metode ini adalah mengkonversi semua asset dan kewajiban, kecuali asset tetap bersih yang dinyatakan dengan kurs saat ini.

F) Transaksi dengan mata uang asing
Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah penyelesainnya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Jadi, transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing.
Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenominasi dalam satu mata uang, tetapi diukur atau dicatat dalam mata uang yang lain. Untuk memahami mengapa hal ini terjadi, petimbangkanlah pertama-tama istilah mata uang fungsional. Mata uang fungsional sebuah perusahaan diartikan sebagai mata uang lingkungan ekonomi yang utama dimana perusahaan beroperasi dan menghasilkan arus kas. Jika suatu operasi anak perusahaan luar negeri relative berdiri sendiri dan terintegrasi dalam Negara asing (yaitu sutau anak perusahaan yang menghasilkan produk untuk distribusi setempat), umumnya akan menghasilkan dan mengeluarkan uang dalam mata uang local (Negara-negara domisili). Dengan demikian mata uang local (contoh euro untuk anak perusahaandari suatu perusahaan AS yang berada di Belgia) adalah mata uang fungsionalnya.
Untuk menggambarkan perbedaan antara suatu transaksi yang berdenominasi dalam suatu mata uang tetapi diukur dalam mata uang lainnya, misalkan sebuah anak perusahaan AS di Hong Kong membeli persediaan barang dagangan dari Republik Rakyat Cina yang dibayarkan dalam renmimbi. Mata uang fungsional anak perusahaan adalah dollar AS. Dalam kasus ini, anak perusahaan akan mengukur transaksi mata uang asing yang berdenominasi dalam renmimbi ke dalam dollar AS, mata uang yang digunakan dalam catatan bukunya. Dari sudut pandang induk perusahaan, kewajiban anak perusahaan berdenominasi dalam renmimbi, tetapi diukur dalam dollar AS, mata uang fungsionalnya, untuk keperluan konsolidasi

G) Hubungan translasi mata uang asing dengan inflasi
Penggunaan kurs kini untuk mentranslasikan biaya perolehan aktiva non-moneter yang berlokasi di lingkungan berinflasi pada akhirnya akan menimbulkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang jauh lebih rendah dari pada dasar pengukuran awalnya. Pada saat yang bersamaan, laba yang ditranslasikan akan jauh lebih besar sehubungan dengan beban depresisasi yang juga lebih rendah. Hasil translasi seperti itu dengan mudah dapat lebih menyesatkan pembaca ketika memberikan informasi kepada pembaca. Penilaian dolar yang lebih rendah biasanya merendahkan kekuatan laba akutal dari aktiva luar negeri yang didukung oleh inflasi lokal dan rasio pengembalian atas investasi yang terpengaruh inflasi di suatu operasi luar negeri dapat menciptakan harapan yang palsu atas keuntungan masa depan.
FASB menolak penyesuaian inflasi sebelum proses translasi, karena penyesuaian tersebut tidak konsisten dengan kerangka dasar penilaian biaya historis yang digunakan dalam laporan keuangan dasar di AS. Sebagai solusi FAS No 52 mewajibkan penggunaan dolar AS sebagai mata uang fungsional untuk operasi luar negeri yang berdomisili dilingkungan dengan hiperinflasi. Prosedur ini akan mempertahankan nilai konstan ekuivalen dolar aktiva dalam mata uang asing, karena aktiva tersebut akan ditranslasikan menurut kurs historis. Pembebanan kerugian translasi atas aktiva tetap dalam mata uang asing terhadap ekuitas pemegang saham akan menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap rasio keuangan. Masalah translasi mata uang asing tidak dapat dipisahkan dari masalah akuntansi untuk inflasi asing.

AKUNTANSI INTERNASIONAL UNTUK PERUBAHAN HARGA

AKUNTANSI INTERNASIONAL UNTUK PERUBAHAN HARGA

 

PENGARUH INFLASI TERHADAP PERUSAHAAN
Pengaruh inflasi terhadap posisi keuangan dan kinerja preusan dapat mengakibatkan
tidak efisiennya keputusan operacional yang dibuat oleh manajer yang tidak mengerti
pengaruh dari inflasi itu sendiri. Dalam kaitannya dengan posisi keuangan, aktiva keuangan
seperti nilai kas akan berkurang nilainya selama inflasi karena menurunnya daya beli.
Dengan kata lain, pertanggungjawaban keuangan atas kepemilikan juga akan mengalami
penurunan nilai karena perusahaan bisnis akan membayar obligasinya di masa yang akan
datang dengan uang tunai yang sudah kehilangan nilai daya beli. Yang menjadi peringatan
disini adalah pertanggungjawaban keuangan, seperti pinjaman / suku bunga bank jangka
pendek dan jangka panjang, sering mengakibatkan minat untuk meningkatkan tarif yang
sangat tinggi dalam inflasi ekonomi.

Dampak inflasi pada aktiva non moneter digambarkan dalam laporan laba rugi dan
neraca. Selama periode harga yang meningkat, pendapatan penjualan saat ini dibandingkan
dengan persediaan yang mungkin telah dibeli beberapa bulan sebelumnya dan terhadap
penyusunan properti bangunan dan peralatan berdasarkan harga perolehan yang mungkin
telah dibeli beberapa tahun lalu, meskipun faktanya bahwa menempatkan persediaan dan
aktiva tetap menjadi lebih mahal. Dampak terhadap laporan laba rugi dan neraca ini bisa membuat perusahaan masuk ke dalam masalah likuiditas. Laporan laba rugi yang dihasilkan dari perbandingan biaya lama dengan keuntungan yang baru dapat mengarah pada permintaan dari pemegang saham untuk meningkatkan deviden dan untuk karyawan – karyawan dengan gaji yang lebih tinggi, meskipun perusahaan melihat kasnya berkurang. Oleh karena itu, diperkenalkan sistem akuntansi untuk inflasi yaitu General Purchasing Power Accounting dan Current Value Accounting.

AKUNTANSI DAYA BELI UMUM DAN PENDEKATAN ARUS NILAI SEKARANG
Akuntansi Daya Beli Umum (General Purchasing Power Accounting)
Filosofi utama mengenai akuntansi daya beli umum adalah untuk melaporkan aktiva,
kewajiban, pendapatan dan biaya – biaya dalam unit moneter dengan daya beli yang sama.
Pendekatannya disini adalah bahwa unit ukuran moneter harus diseragamkan sementara
mempertahankan dasar ukuran yang digunakan dalam laporan keuangan (contohnya : biaya
historis) Di banyak Negara, laporan keuangan disiapkan dalam biaya histories yang berdasarkan
mata uang. Ini berarti bahwa laporan – laporannya tidak tidak mengalami perubahan
sesuai tingkat harga umum. Dibawah akuntansi daya beli umum, hal – hal non finansial
dalam laporan keuangan (inventaris, modal tetap, dan peralatan) ditetapkan kembali untuk
mencerminkan daya beli umum, biasanya pada akhir neraca saldo.
Akuntansi daya beli umum harus diterapkan pada aktiva dan kewajiban keuangan
dengan baik. Kas, contohnya kerugian daya beli selama periode inflasi karena kas ini
tidak bias membeli sebanyak pada akhir periode seperti yang dilakukan di awal periode.
Keuntungan debitur selama inflasi, karena mereka dapat membayar hutang mereka pada
akhir periode dengan uang tunai yang telah menurun daya belinya. Laporan akuntansi daya
beli umum akan menggambarkan kerugian atau keuntungan dalam penyesuaian pos – pos
moneter yang terpisah. Masalah lebih lanjut adalah mengenai sifat indeks yang digunakan untuk membuat penyesuaian akuntansi daya beli umum. Dimana sebelumnya, indeks harga konsumen
merupakan salah satu hal yang paling banyak digunakan secara luas di dunia untuk
mengukur inflasi. Indeks ini akan mengukur perubahan – perubahan harga dalam kisaran
barang – barang dan jasa pelanggan yang dibeli untuk konsumsi akhir. Karena indeks ini
berorientasi konsumen, indeks ini tidak perlu merefleksikan perubahan – perubahan harga
yang secara langsung mempengaruhi perusahaan.

Akuntansi Arus Nilai Saat Ini (Current Value Accounting)
Akuntansi Arus Nilai Saat Ini (Current Value Accounting) adalah hal yang berkaitan
dengan peningkatan atau penurunan biaya atau nilai aktiva tertentu, bukan mengenai
menurunnya daya beli mata uang.

Ada dua pendekatan utama dalam akuntansi nilai sekarang, yaitu :
• Biaya Pengganti (Current Cost / Replacement Cost) yang banyak digunakan dalam
aktiva non moneter yaitu aktiva dinilai pada apa yang telah dikorbankan dengan apa
yang akan menggantikannya.
• Biaya Penjualan (Current Exit Price/ Selling Price/Net Realizable Value) yaitu menilai
aktiva pada tingkat harga penjualan dikurangi biaya pelengkap penjualan
Akuntansi arus nilai sekarang berakibat pada keuntungan atas kepemilikan dan kerugian
saat aktiva non moneter dinilai kembali. Akuntansi arus nilai sekarang jelas lebih kompleks karena akuntansi ini membutuhkan gabungan antara harga sebenarnya, perkiraan, penaksiran nilai dan kelompok aktiva yang homogen.

Current Value: GPP Accounting
Meskipun kita telah membicarakan GPP dan CVA secara terpisah, banyak akuntan san
ekonom percaya bahwa keduanya ini sebaiknya digabungkan dalam sistem akuntansi nilai nyata (real value accounting system). Penting sekali untuk mengingat bahwa perubahan-perubahan pada tingkat harga umu akan cenderung berbeda dari perubahan harga khusus yang relevan dengan perusahaan

IASB TERHADAP AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN HARGA DAN INFLASI

Reaksi pertama IASC (sekarang IASB) pada akuntansi inflasi muncul pada tahun 1977
di IAS 6, yaitu Respon Akuntansi pada Perubahan Harga. Pada poin tersebut, tidak ada
standar definitif baik itu di Amerika Serikat atau di Inggris, dan ada ketidaktpastian seperti bagaimana masalah akuntansi inflasi dapat diselesaikan di dua negara tersebut.
Standar inflasi yang lebih definitif tidak muncul, ingá sampai pada tahun 1981 dengan
keluarnya IAS 15, yaitu Refleksi Informasi Dampak Perubahan Harga, yang menggantikan IAS 6. Pada saat itu, FASB telah mengeluarkan SFAS 33 mengenai Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga.

Tipe-tipe utama informasi berikut ini merefleksikan dampak-dampak perubahan
harga yang direkomendasikan untuk pengungkapan oleh IAS 15 sebagai berikut:
1. Jumlah penyesuaian untuk atau jumlah penyesuaian penyusutan properti, bangunan, dan peralatan.
2. Jumlah penyesuaian untuk atau jumlah penyesuaian dari harga pokok penjualan.
3. Penyesuaian yang berkaitan dengan pos-pos keuangan, dampak peminjaman, atau
bunga kepemilikan ketika penyesuaian ini telah dimasukkan ke dalam akun dalam
menentukan pendapatan di bawah metode akuntansi yang diadopsi.
4. Dampak keseluruhan dari hasil (pendapatan) dari penyesuaian sebagaimana pada pos-
pos lainnya yang merefleksikan dampak perubahan harga yang dilaporkan di bawah
metode akuntansi yang diadopsi.
5. Ketika metode biaya sekarang diadopsi, biaya sekarng property, bangunan, dan perlatan
serta persediaan.
6. Metode yang diadopsi untuk menghitung informasi yang disebut dalam pos-pos
sebelumnya, termasuk sifat dari indeks yang digunakan.

IAS 15 penting karena IAS 15 mengenali kebutuhan informasi untuk diungkapkan,
mengenai dampak perubahan harga & inflasi dan memberikan pedoman khusus yang dapat
diikuti oleh berbagai perusahaan untuk memperbaiki kualitas pengungkapan. Fakta bahwa
adanya informasi pokok dari satu negara ke negara lainnya bisa berbeda, tentu saja ini
menjadi masalah, tetapi profesi akuntansi jelas tidak bisa disesuaikan dengan solusi dunia.

Perkembangan sistem akuntansi untuk inflasi di Inggris, Amerika Serikat dan Benua
Eropa

• Inggris. Profesi akuntansi memperkenalkan SSAP 16 (Statement of Standard
Accounting Practice – 16), mengenai “Akuntansi Biaya Sekarang” pada tahun 1980,
dimana kebutuhan laporan keuangan akuntansi biaya sekarang baik itu sebagai laporan
tambahan maupun sebagai laporan utama. Dengan ketentuan bahwa laporan biaya
historis juga harus bisa disediakan. Walaupun begitu, SSAP 16 secara resmi ditarik
pada tahun 1988 mengikuti penolakan tingkat inflasi dan kecaman dari bisnis. Pada saat
yang sama, banyak perusahaan mengevaluasi kembali secara periodik terhadap tanah
dan bangunan mereka pada nilai pasar (memperkirakan keluaran atau harga jual).
• Amerika Serikat. Regulasinya pertama kali diperkenalkan dengan sah yang ditentukan
oleh SEC tahun 1976 (Rilis Seri Akuntansi 1990) untuk mengungkap penggantian
informasi biaya yang berkaitan dengan penyusutan, harga pokok penjualan, aktiva
tetap, dan persediaan. Selanjutnya, tahun 1979, FASB mengeluarkan SFAS No 33
(Statement of Financial Accounting Standard – 33) yang berjudul “Pelaporan Keuangan
dan Perubahan Harga”.
• Benua Eropa. Ada lebih sedikit antusiasme untuk pengenalan sistem akuntansi untuk
inflasi, meskipun telah ada rekomendasi resmi pada subjeknya. Contohnya, di Perancis
dan Jerman. Di Perancis pada kahir tahun 1970 ketika evaluasi kembali dilakukan
dengan menggunakan indeks pemerintah dibutuhkan untuk semua aktiva jangka
panjang dan aktiva tetap. Evaluasi kembali ini tidak memiliki dampak pada pendapatan
kena pajak, seperti pada penyusutan tambahan. Di Swedia, tidak ada kebutuhan –
kebutuhan akan akuntansi inflasi, tetapi beberapa pengungkapan sukarela khusus telah
dibuat.

Perkembangan Sistem Akuntansi di Amerika Selatan
• Di Brazil, akuntansi untuk inflasi digunakan pada awal tahun 1950, tetapi hukum
perusahaan yang baru tahun 1976 melakukan penyesuaian, yaitu perusahaan menyajikan
ulang akun – akun aktiva tetap dan ekuitas pemegang saham dengan menggunakan indek
harga yang diakui oleh pemerintah untuk mengukur devaluasi mata uang lokal.
• Di Argentina, sistem akuntansi untuk inflasi diperkenalkan terutama lewat prakarsa
dan keterlibatan profesi akuntansi. Tahun 1972, sebuah pernyataan dikeluarkan yang
menganjurkan publikasi laporan keuangan GPP tambahan.
Akuntansi arus nilai sekarang di Belanda
• Di Belanda, orang-orang telah mengetahui akuntansi nilai sekarang sejak lama.
Pendidikan yang ekstensif bagi para akuntan dalam ekonomi bisnis menghasilkan filosofi
akuntansi yang difokuskan dengan nilai dan biaya sekarang dan dengan prinsip dan praktek ekonomi bisnis. Walaupun tidak diperlukan persyaratan untuk menggunakan akuntansi nilai sekarang, sebagai informasi utama atau tambahan, terdapat beberapa faktor pendukung untuk memakainya. Alasan digunakannya akuntansi nilai sekarang
{ Melibatkan teori Professor Theodore Limperg, yang sering disebut sebagai Bapak
teori nilai ganti karena dari hasil kerjanya di Belanda tahun 1920 dan 1930. Beliau
memfokuskan diri pada hubungan yang kuat antara ekonomi dan akuntansi dan percaya
bahwa pendapatan tidak bisa dicari tanpa memelihara sumber pendapatan bisnis dari
pertimbangan yang dilakukan.

{ Belanda belajar dari pengalaman pada perusahaan multinasional besar yaitu Philips,

yang merupakan pelopor laporan keuangan nilai sekarang. Faktanya, Philips pertama
kali menggunakan pendekatan ini tahun 1936 untuk tujuan akuntansi biaya internal
dan memperkenalkannya tahun 1952 ke dalam laporan utama untuk tujuan pelaporan
keuangan. Namun pada tahun 1992, perusahaan memutuskan untuk kembali pada
akuntansi biaya historis yang akan memperbaiki komunikasi para pemegang saham dan
lebih dekat dengan praktek akuntansi internasional.

Nilai sekarang ditentukan oleh departemen penjualan untuk aktiva tetap (baik tersendiri
atau dalam kelompok sejenis), oleh departemen produksi untuk sejumlah peralatan desain
khusus, dan oleh desain bangunan dan gedung departemen produksi untuk bangunan.
Pada kasus persediaan, indeks biasanya digunakan untuk memperbaharui nilai sekarang
dari kelompok aktiva sejenis. Penambahan (atau pengurangan) dalam nilai persediaan dan aktiva tetap untuk perubahan harga tertentu dikredit (didebit) ke akun surplus revaluasi pada neraca dibandingkan ke laporan laba rugi. Akibat perubahan nilai sekarang ini ditunjukkan dalam laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan yang lebih tinggi atau lebih rendah (sebagai hasil penambahan atau pengurangan dalam harga persediaan) dan biaya depresiasi yang lebih tinggi atau lebih rendah.

PROSPEK PERKEMBANGAN AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN HARGA DAN
INFLASI

Signifikansi keberadaan tingkat inflasi dan perubahan harga di beberapa negara
mengesankan bahwa kebutuhan dan penggunaan sistem akuntansi inflasi tampaknya
menyisakan sejumlah kontroversi dalam pendugaan masa depan.
Meskipun akuntansi daya beli umum telah digunakan di beberapa negara Amerika
Latin yang berinflasi tinggi, tidak ada contoh standar akuntansi biaya sekarang atau regulasi di Inggris dan Amerika Serikat pada tingkat nasional yang menyelamatkan kemusnahan penelitian akuntansi inflasi pada tahun 1980-an. Namun beberapa perusahaan Eropa membuat pengungkapan nilai sekarang secara sukarela. Kontroversi, hal ini masih meliputi banyak aspek akuntansi nilai sekarang, khususnya dengan perubahan perlengkapan dan pemeliharaan keuntungan dan kerugian pos–pos moneter. Masalah lainnya termasuk penggunaan indeks, khususnya tambahan dari luar negeri dan verifikasi nilai sekarang perusahaan industri yang mengalami perubahan teknologi dengan cepat.
Pemberian perhatian baru-baru ini pada akuntansi nilai sekarang atau nilai wajar,
diharapkan akan menjadi sejumlah percobaan masa depan dengan berbagai jenis perubahan sistem akuntansi harga. Selain itu, mungkin juga menjadi pertumbuhan apresiasi keadaan dimana pendekatan alternatif mungkin atau tidak mungkin atau berguna dalam mengukurlaba dan asset. Kegunaan dari harga jual atau harga keluar dalam konteks perubahan harga, terutama dengan memperhatikan nilai properti atau investasi, juga akan diapresiasikan dengan lebih baik. Selain itu, menjadi tanggung jawab untuk menggunakan sumberinformasi relevan lainnya seperti arus kas.

Pelaporan Segmental

STANDAR PELAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL
 
PENGGUNA DAN KEGUNAAN INFORMASI SEGMEN
Investor akan tertarik pada arus kas masa depan untuk melakukan investasi pada perusahaan karena adanya risiko ketidakpastian arus kas. Mereka tertarik pada penampilan dari perusahaan multinasional (MNE) yang lebih dari pada penampilan elemen spesifik dari aktivitas perusahaan.

    Informasi segmen akan membantu investor dalam mengakuinya untuk kombinasi perusahaan – informasi spesifik dengan informasi eksternal.

IASB (sebelumnya IASC) yang dikeluarkan IAS 14 di tahun 1981, yang diikuti cukup persyaratan di Amerika Serikat pada waktu itu. Dengan demikian, diperlukan (baik untuk LOB dan segmen geografis) informasi tentang penjualan, dengan pendapatan internal dan eksternal yang ditunjukkan secara terpisah; hasil operasi dan aset diidentifikasi, baik dalam absolut atau relatif, dan sebuah pernyataan rekonsiliasi konsolidasi accounts.IAS 14 diterapkan untuk semua perusahaan yang terdaftar yang disediakan konsolidasi. Namun, dalam praktiknya, kepatuhan oleh non-US MNEs sering hanya sebagian. Pada tahun 1997, setelah diperiksa, revisi IAS 14 “Pelaporan Segmen” yang diterbitkan yang membatasi lingkup manajerial kebijaksanaan dalam identifikasi segmen. Pendekatan ini terlihat pada struktur organisasi perusahaan dan sistem pelaporan internal sebagai dasar untuk mengidentifikasi segmen seperti ini biasanya harus memberikan bukti terbaik yang dominan suatu perusahaan sumber risiko dan returns.This akan menentukan apakah “primer” format pelaporan segmen akan bisnis segmen atau segmen geografis, dengan tingkat yang lebih tinggi pengungkapan relatif terhadap format pelaporan sekunder. Jika risiko dan tingkat pengembaliannya sangat dipengaruhi oleh baik dan ini tercermin dalam suatu “matriks” pendekatan manajemen, maka segmen usaha harus digunakan sebagai format pelaporan segmen primer. Standar, bagaimanapun, tidak melarang suatu “matriks” presentasi dengan pengungkapan penuh pada setiap segmen dasar. Jika pendekatan tidak tercermin dalam internal organisasi dan struktur manajemen, maka baik segmen bisnis atau segmen geografis harus dipilih sebagai format utama. Segmen dilaporkan adalah orang-orang di mana sebagian besar pendapatan yang diperoleh dari pelanggan eksternal dan di mana segmen pendapatan adalah 10 persen atau lebih dari total pendapatan.
 
PERATURAN DI SELURUH DUNIA
·         Persyaratan U. S.
Sampai saat ini, Amerika Serikat memiliki persyaratan akuntansi yang paling luas di dunia. SEC memiliki segmen LOB yang diperlukan untuk mengungkapkan sejak tahun 1969, tetapi pada tahun 1976 FASB memperkenalkan persyaratan yang lebih komprehensif dalam SFAS 14, Laporan Keuangan untuk segmen dari sebuah Badan Usaha. Peraturan ini diperlukan, baik untuk LOB dan segmen geografis, pengungkapan pendapatan dari pelanggan tidak terafiliasi, transfer intragroup, operasi hilangnya keuntungan atau pendapatan bersih, atau keuntungan lain, dan mengidentifikasikan aset. Selain itu, untuk segmen industri, perusahaan diminta untuk menyatakan penyusutan, belanja modal, dan quity dalam laba bersih dan aset rekan. Sayangnya, persyaratan ini tidak memberikan definisi yang jelas mengenai segmen yang diidentifikasi. Sebagai contoh, SFAS 14 menyatakan:
“Wilayah geografis asing masing-masing negara atau kelompok negara-negara dapat ditentukan agar menjadi suatu perusahaan yang sesuai dalam keadaan khusus. Faktor yang harus dipertimbangkan termasuk kedekatan, kesamaan ekonomi, kesamaan dalam lingkungan bisnis dan alam, skala dan tingkat interaksi operasional perusahaan di berbagai negara (Para. 34)”.
Hanya sangat umum diberikan panduan untuk menentukan apa yang merupakan segmen yang diidentifikasiLOG:
“Tidak ada satu set karakteristik secara universal berlaku dalam menentukan segmen industri semua perusahaan, juga tidak menentukan apapun karakteristik tunggal dalam semua kasus. Akibatnya, penentuan perusahaan industri yang segmen harus bergantung hingga batas tertentu pada penilaian dari manajemen perusahaan (paragraf 12)”.
                                                                                                  
Setelah segmen telah selesai diidentifikasi, bagaimanapun, diberikan panduan yang jelas mengenai apa yang merupakan segmen yang dilaporkan. Untuk segmen geografis, ini akan dilaporkan jika segmen penjualan terhitung setidaknya 10 persen dari total penjualan atau jika aset diidentifikasi terhitung setidaknya 10 persen dari total aset diidentifikasi. Demikian pula, LOB segmen akan hal itu secara terpisah diungkapkan salah satu dari persyaratan-persyaratan ini dipenuhi atau jika segmen keuntungan atau kerugian dihitung sedikitnya 10 persen dari keuntungan atau kerugian dari semua segmen yang terjadi keuntungan atau kerugian, masing-masing
Setelah ulasan dari SFAS 14, FASB (bekerja sama dengan Dewan Standar Akuntansi Kanada) mengeluarkan standar baru SFAS 131 tahun 1997, yang membatasi kewenangan manajerial di segmen segmen identifikasi dengan mengharuskan agar konsisten dengan struktur organisasi perusahaan dan sistem pelaporan internal . Standar baru memerlukan penyingkapan pada SFAS 131 untuk setiap segmen yang dilaporkan mirip dengan IAS 14. Pelaporan suatu segmen mungkin didasarkan pada jalur bisnis, lokasi geografis, atau kombinasi keduanya. Diperlukan informasi tambahan tentang wilayah geografis operasi jika pengungkapan segmen dilaporkan tidak menyediakan hal ini. Hal ini melaporkan tingkat kedua disebut sebagai perusahaan pengungkapan dan luas pengungkapan dibutuhkan untuk: (1) negara domisili, (2) materi secara individual di setiap negara, dan (3) semua negara-negara asing secara agregat. Dengan demikian, agregat informasi menurut kawasan atau wilayah geografis pengelompokan seperti yang sering diberikan sampai sekarang tidak lagi diijinkan. Namun, dikarenakan pendapatan dan aset pengungkapan yang diperlukan pada tingkat ini tidak mengungkapkan laba, maka mengakibatkan hilangnya informasi jika dibandingkan dengan SFAS 14 yang mirip dengan asli IASC IAS 14 (Nichols, Street, dan Gray, 2000).
 
·         U.K. persyaratan
Di Britania Raya, persyaratan pengungkapan segmen pertama kali diperkenalkan oleh London Stock Exchange pada tahun 1965 dan kemudian tergabung dalam Companies Act tahun 1967 berkenaan dengan pengungkapan LOB penjualan dan laba.
Jauh lebih penting tentang persyaratan baru adalah bahwa informasi tersebut harus disediakan dalam bentuk catatan ke rekening, sehingga jatuh dalam lingkup audit. Namun, Companies Act masih gagal untuk menangani masalah yang lebih serius dari segmen identifikasi: tidak ada definisi dari apa yang “material” atau apa yang dilaporkan segmen yaitu;berakibat kurang baiknya perhitungan atau atau mungkin akan menyesatkan . Emmanuel dan Gray (1.977) telah menunjukkan bahwa membiarkan hal ini pada kebijaksanaan manajemen telah menyebabkan perhitungan yang tidak memadai atau tidak konsisten oleh banyak perusahaan Inggris yang besar. Bahkan jika kebijakan seperti itu disengaja untuk manipulasi, “tidak ada jumlah data yang canggih dapat memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh salah segmen yang diidentifikasi dalam tempat pertama”.
 
·         Persyaratan di Negara Lain
Banyak negara-negara lain juga membutuhkan informasi segmen; terutama, Australia dan Kanada memiliki persyaratan luas sebanding dengan orang-orang di Inggris Raya dan Amerika Serikat. Di negara-negara Uni Eropa, Uni Eropa (1.978 Keempat) dan Ketujuh (1983) Arahan telah menetapkan persyaratan minimum dari perhitungan (yaitu, penjualan lini bisnis dan wilayah geografis). Sementara Kerajaan Inggris melampaui hal ini, sebagian besar negara-negara Eropa telah mengadopsi pendekatan yang lebih rahasia, meskipun saya lebih banyak melakukan praktek MNEs melampaui nilai minimum (misalnya, Philips di Belanda [lihat Bagan 9,2]).
Di Jepang, persyaratan pelaporan segmen hanya dikenalkan pada tahun 1990 dan pada awalnya terbatas pada perhitungan penjualan, keuntungan, dan aset oleh lini bisnis, namun kini semakin meluas secara konsisten dengan Standar Akuntansi Internasional (IAS). Meskipun banyak negara lain yang bersekutu dengan standar internasional, tetapi masih banyak juga yang belum melengkapi persyaratan perhitungan segmen.
 
MASALAH PELAPORAN SEGMEN
Masalah utama yang dihadapi auditor yaitu segmen identifikasi. Dalam ketiadaan pedoman yang jelas, tugas auditor dalam menilai apakah segmen memperlihatkan sesuatu yang wajar sangat sulit. Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, hukum perusahaan Inggris identifikasi segmen daun pada kebijaksanaan masing-masing direktur perusahaan dengan alasan bahwa apa yang relevan dan dapat dilaporkan akan tergantung pada karakteristik unik dari masing-masing perusahaan. Sebaliknya, FASB di Amerika Serikat sekarang memerlukan segmen harus diidentifikasi secara konsisten dengan cara mengatur manajemen perusahaan agar tujuannya mampu membuat keputusan operasi dan dapat menilai performa.
Umumnya, kurangnya bimbingan mengenai identifikasi segmen menunjukkan bahwa keuntungan dari perbandingan antara perusahaan telah dikorbankan demi relevansi dan kesempatan untuk memberikan informasi yang berguna lebih spesifik untuk masing-masing perusahaan. Namun, hal itu juga berarti bahwa korporasi sering dapat memanipulasi perhitungan untuk menampilkan gambar terbaik operasi mereka dan dengan demikian dapat mengelola persepsi eksternal dari keberhasilan perusahaan. Sebagai contoh, mereka dapat menyembunyikan kinerja yang buruk dari satu area operasi mereka dengan menggabungkan dengan rea yang lain yang telah dilakukan dengan baik. Tampak kurangnya konsistensi perhitungan dalam praktek menunjukkan bahwa informasi keterbandingan telah dikorbankan demi keuntungan yang mungkin lebih nyata daripada kenyataan.
Sulit untuk mengetahui bagaimana mengatasi masalah identifikasi segmen. Segmentasi sepanjang garis organisasi adalah apa yang diinginkan untuk memberikan keuntungan penting bahwa internal manajemen akuntansi dan sistem pengendalian sekiranya akan menjadi konsisten dengan struktur organisasi perusahaan dan akan membuat penyediaan informasi segmental pengguna eksternal yang relatif mudah dan murah tugas. Lebih signifikan, manajemen akan dapat menyatakan pandangan sendiri segmen dengan perbedaan yang signifikan risiko dan pengembalian. Jika laporan akuntansi manajemen “adalah manajemen yang terbaik yang dapat menghasilkan untuk menuntun keputusan-keputusan mereka sendiri, maka ada anggapan awal bahwa pernyataan yang sama, atau kurang rinci versi mereka, mungkin terbaik untuk melayani para investor dalam melakukan investasi dan dis-nya keputusan investasi “(Solomon, 1968).
 
Proposal dengan dual-ukuran
Untuk mendukung pendekatan organisasional, mirip dengan yang sekarang dibutuhkan oleh IASB dan di Amerika Serikat, Emmanuel dan Gray (1978) mengusulkan membutuhkan pengungkapan pada sebuah industri (LOB) dan dasar geografis, yang akan pada saat yang sama konsisten dengan MNE struktur organisasi. Ini akan memberikan disiplin pada pengungkapan diberikan, meningkatkan potensi untuk verifikasi, dan menjamin wawasan tentang strategi manajerial. Jika industri / pengelompokan geografis diidentifikasi secara internal itu kemudian terkait dengan industri standar eksternal klasifikasi (yaitu, ukuran ganda), ini tidak hanya akan memperbaiki komunikasi tetapi juga akan bantuan yang sangat berharga untuk perlindungan sejauh segmental data dari perusahaan kemudian dapat dibandingkan dengan agregat, industri eksternal lebar, atau data geografis.
Gray menyarankan Emmanuel dan kriteria keputusan yang menyatakan bahwa suatu unit organisasi merupakan segmen untuk tujuan pelaporan jika semua berlaku sebagai berikut:
1.      Lebih 10 persen dari volume penjualan fisik dijual eksternal
2.      Pendapatan dan informasi profitabilitas dikumpulkan secara teratur untuk unit ini
3.      Tanggung jawab untuk kinerja operasi unit tinggal dengan manajer langsung unit
Jelas, tugas auditor adalah penting dalam konteks ini, seperti dalam kasus analisis LOB. Dia bertanggung jawab untuk menilai kebermaknaan dari perhitungan segmental dalam terang kegiatan internasional perusahaan, faktor-faktor risiko yang terlibat, dan tanggung jawab organisasi agar sesuai dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Bagaimanapun perlu ditekankan bahwa contoh yang diberikan hanya berfungsi untuk menggambarkan usulan ini. Dalam prakteknya, berbagai kompleks struktur organisasi semua mungkin ditemukan, yang akan menantang penghakiman dan kecerdikan tingkat yang lebih besar daripada dipamerkan sebelumnya.
 
Presentasi matrix
Dari pembahasan sebelumnya kita peraturan, jelas bahwa di banyak perusahaan negara diharuskan untuk menghitung dengan baik LOB dan geografis data segmental. Namun, sebagian besar perusahaan memberikan informasi tersebut secara terpisah bukan dalam bentuk presentasi matriks yang memberikan informasi tentang interaksi dua jenis segmen (lihat, sebagai contoh, Dewan Komisaris dari Kerajaan Inggris dalam Bagan 9.3.). Kurang umumnya penyajian presentasi masalah lain dengan segmen pengguna informasi. Baik risiko dan pengembalian yang diharapkan tergantung pada sejauh mana kegiatan industri spesifik berkomitmen untuk negara-negara tertentu. Sebuah presentasi matriks akan berarti bahwa penilaian yang lebih akurat prospek bisnis adalah mungkin. Hal ini karena efek perubahan politik, ekonomi, atau kondisi sosial di negara manapun akan tergantung pada baris tertentu dari usaha yang dijalankan oleh korporasi di negara yang bersangkutan.

HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL
Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi :
1.      Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan)
2.      Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan public terkait dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek
3.      Standar audit Survei Harmonisasi Internasional
Keuntungan Harmonisasi Internasional :
1.      Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
2.      Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik; portofolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berkurang.
3.      Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi.
4.      Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard pat disebarkan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tertinggi.
Kritik atas Standar Internasional
Beberapa pihak mengatakan bahwa penentuan standar akuntansi internasional merupakan solusi yang terlalu sederhana atas masalah yang rumit. Lebih jauh lagi, ditakutkan bahwa adopsi standar internasional akan menimbulkan “standar yang berlebihan”. Perusahaan harus merespon terhadap susunan tekanan nasional, politik, social, dan ekonomi yang semakin meningat dan semakin dibuat untuk memenuhi ketentuan internasional tambahan yang rumit dan berbiaya besar.
Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi yang mungkin digunakan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas :
1.      Rekonsiliasi
Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara ukuran-ukuran akuntansi yang penting (seperti laba bersih dan ekuitas pemegang saham) di negara asal dan di negara dimana laporan keuangan dilaporkan.
2.      Pengakuan bersama (yang juga disebut sebagai “imbal balik” / resiprositas)
Pengakuan bersama terjadi apabila pihak regulator di luar negara asal menerima laporan keuangan perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.
Penerapan Standar Internasional
Standar akuntansi internasional digunakan sebagai hasil dari :
1. Perjanjian internasional atau politis
2. Kepatuhan secara sukarela (atau yang didorong secara professional)
3. Keputusan oleh badan pembuat standar akuntansi internasional
Organisasi Internasional Utama yang Mendorong Harmonisasi Akuntansi
Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional :
1.      Badan Standar Akuntansi International (IASB)
2.      Komisi Uni Eropa (EU)
3.      Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
4.      Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
5.      Kelompok Kerja Ahli Antar pemerintah Perserikatan Bangsa-bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (International Standars of Accounting and Reporting – ISAR), bagian dari Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development –UNCTAD)
6.      Kelompok Kerja dalam Standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi _Kelompok Kerja OEDC)
7.
Badan Standar Akuntansi Internasional
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), dahulu AISC, didirikan tahun 1973 oleh organisasi akuntansi professional di Sembilan negara.
Tujuan IASB adalah :
1.      Untuk mengembangkan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diterapkan yang mewajibkan informasi yang berkualitas tinggi, transparan, dan dapat dibandingkan dalam laporan keuangan.
2.      Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersebut yang ketat
Untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan Standar Akuntansi Internasional dan Pelaporan Keuangan Internasional kearah solusi berkualitas tinggi
Konvergensi IFRS
Dunia akuntansi saat ini masih disibukkan dengan adanya standar akuntansi yang baru yaitu Standar Akuntansi Keuangan Internasional IFRS.
Tentang tujuan penerapan IFRS adalah memastikan bahwa penyusunan laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimasukkan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang terdiri dari :
Ø  Memastikan bahwa laporan keuangan internal perusahaan mmengandung infomasi berkualitas tinggi
Ø  Tranparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan
Ø  Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna
Ø  Meningkatkan investasi
Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh adanya suatu perubahan sistem IFRS sebagai standar global yatitu :
Ø  Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Standard pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi lokal
Ø  Investor dapat membuat keputusan yang lebih baik
Ø  Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi
Ø  Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.
Demikian peran regulator dalam mensosialisasikan betapa besar tujuan dan manfaat yang diperoleh menuju ke IFRS . “Perusahaan juga akan menikmati biaya modal yang lebih rendah, konsolidasi yang lebih mudah, dan sistem teknologi informasi yang terpadu,” kata Patrick Finnegan, anggota Dewan Standar Akuntansi International (International Accounting Standards Board/IASB), dalam Seminar Nasional IFRS di Jakarta.
Perlunya Harmonisasi Standar Akuntansi Indonesia
Indonesia perlu mengadopsi standar akuntansi international untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham dinegara ini atau sebaliknya. Namun demikian untuk mengadopsi standar international itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal. Indonesia sudah melakukannya namun sifatnya baru harmonisasi dan selanjutnya akan dilakukan full adoption atas standar internasional tersebut. Adopsi standar akuntansi international tersebut terutama untuk perusahaan publik. Hal ini dikarenakan perusahaan publik merupakan perusahaan yang melakukan transaksi bukan hanya nasional tetapi juga secara internasional. Jika terjadi jual beli saham di Indonesia atau sebaliknya, tidak akan lagi dipersoalkan perbedaan standar akuntansi yang dipergunakan dalam penyusunan laporan. Ada beberapa pilihan untuk melakukan adopsi, menggunakan IAS apa adanya, atau harmonisasi. Harmonisasi adalah kita yang menentukan mana saja yang harus diadopsi , sesuai dengan kebutuhan. Contohnya adalah PSAK no 24, itu mengadopsi sepenuhnya IAS nomor 19. Standar berhubungan dengan imbalan kerja atau employee benefit. Bapepam telah memberikan sinyal kepada semua perusahaan go public tentang kerugian apa yang akan kita hadapi bila kita tidak melakukan harmonisasi, Dalam pernyataannya Bapepam menjelaskan bahwa kerugian yang berkaitan dengan pasar modal yang masuk ke Indonesia, maupun perusahaan Indonesia yang listing di bursa efek di Negara lain. Perusahaan Asing akan kesulitan untuk menterjemahkan laporan keuangannya dulu sesuai standar nasional kita sebaliknya perusahaan Indonesia yang listing di Negara lain, juga cukup kesulitan untuk membadingkan laporan keuangan sesuai standar di Negara tersebut. Hal ini akan menghambat perekonomian dunia, dan aliran modal akan berkurang dan tidak mengglobal.
Tantangan dalam konfergensi
Dalam rangka menyongsong pemberlakuan Standar Akuntansi Keuangan yang sudah secara penuh menggunakan standar akuntansi internasional (Konvergensi IFRS) pada awal tahun 2012, Bapepam maupun lembaga keuangan lainnya memandang perlu untuk mengambil langkah-langkah sosialisasi dini kepada publik mengenai dampak konvergensi IFRS terhadap laporan keuangan . Saat ini perusahaan Indonesia masih menerapkan standar laporan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Menghadapi pengalihan ke IFRS, terdapat beberapa tantangan mendasar yang perlu dicermati peran regulator terhadap perusahaan – perusahaan di Indonesia diantaranya perubahan peraturan, pengukuran nilai wajar, penetuan dampak yang akan terjadi. Sistem IT , konversi data historis, dan ketersediaan professional. Perubahan atas perlakuan transaksi akuntansi tentunya akan signifikan, sehingga akan terdapat amandemen regulasi tentang standar akuntansi. Namun yang perlu dicermati, amandemen sejatinya yang dikeluarkan oleh Bapepam, Bank Indonesia, Direktorat jenderal pajak dan juga IAPI. Peran Ditjen Pajak di bidang perpajakan mengalami perubahan standar akuntansi terkait dengan perhitungan penghasilan kena pajak perlu diatur oleh peraturan pelaksana Konvergensi IFRS akan mengakibatkan beberapa perubahan akuntansi dari Ditjen Pajak tentang keuntungan dan kerugian yang belum terealisasi dari instrument derivative akan dinilai berdasarkan IFRS . Kerangka perpajakan yang berbeda memungkinkan perlakuan yang berbeda pula. Hal yang paling utama akan berdampak pada persediaan, manajemen aset, pajak tangguhan, pelaporan keuangan, pengakuan pendapatan , pembelian dan lain-lain. Selain itu, konversi standar akuntansi Indonesia terhadap IFRS akan berdampak juga pada beberapa praktek akuntansi yang fundamental. Seperti konsep nilai wajar, pengungkapan keuangan aspek penyajian kembali laporan keuangan, penentuan mata uang keuangan, dan lainnya yang harus diketahui oleh semua organisasi maupun lembaga yang berperan dalam proses adopsi IFRS. Sebagaian besar aspek bisnis dapat terpengaruh oleh adopsi tersebut . Akibatnya, proses bisnis, sumber daya manusia, serta sistem operasi akan terpengaruh atau berpotensi terkena dampaknya sejalan dengan adopsi IFRS.
Kesiapan Adopsi IFRS
Indonesia saat ini belum mewajibkan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan IFRS melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan lokal. Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan Dewan SAK serta peran regulator yang terkait sepakat akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati konvergensi penuh kepada IFRS pada tahun 2012. Dengan kesiapan adopsi IFRS sebagai standar akuntansi global yang tunggal, perusahaan Indonesia akan siap dan mampu untuk bertransaksi, termasuk merger dan akuisisi (M&A), lintas negara. Tercatat sejumlah akuisisi lintas negara telah terjadi di Indonesia, misalnya akuisisi Philip Morris terhadap Sampoerna (Mei 2005), akuisisi Khazanah Bank terhadap Bank Lippo dan Bank Niaga (Agustus 2005), ataupun UOB terhadap Buana (Juli 2005). Sebagaimana yang dikatakan Thomas Friedman, “The World is Flat”, aktivitas M&A lintas negara bukanlah hal yang tidak lazim. Karena IFRS dimaksudkan sebagai standar akuntansi tunggal global, kesiapan industri akuntansi Indonesia untuk mengadopsi IFRS akan menjadi daya saing di tingkat global. Inilah keuntungan dari mengadopsi IFRS.
Bagi pelaku bisnis pada umumnya, pertanyaan dan tantangan tradisionalnya: apakah implementasi IFRS membutuhkan biaya yang besar? Belum apa-apa, beberapa pihak sudah mengeluhkan besarnya investasi di bidang sistem informasi dan teknologi informasi yang harus dipikul perusahaan untuk mengikuti persyaratan yang diharuskan. Jawaban untuk pertanyaan ini adalah jelas, adopsi IFRS membutuhkan biaya, energi dan waktu yang tidak ringan, tetapi biaya untuk tidak mengadopsinya akan jauh lebih signifikan. Komitmen manajemen perusahaan Indonesia untuk mengadopsi IFRS merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia di masa depan.
PERBEDAAN ANTARA HARMONISASI DAN STANDARISASI
Harmonisasi
Ø  Proses untuk meningkatkan kompabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam
Ø  Tidak menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua
Ø  Tetapi mengakomodasi beberapa perjanjian dan telah mengalami kemajuan yang besar secara internasional dalam tahun-tahun terakhir
Ø  Hamonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka
Standarisasi
Ø  Penetapan sekelompok aturan yang kaku dan sempit
Ø  Penerapan satu standar atau aturan tunggal dalam segala situasi
Ø  Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antarnegara
Ø  Lebih sukar untuk diimpelemntasikan secara internasional
Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi :
1.      Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapannya)
2.      Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek, dan
3.      Standar audit
Keuntungan harmonisasi internasional
Ø  Bahasa
Mereka yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu mungkin merasa beruntung bahwa Inggris menjadi bahasa kedua yang sangat banyak digunakan di seluruh dunia.
Ø  Harmonisasi perpajakan dan sistem jaminan sosial
Keuntungan : Kalangan usaha akan mengalami manfaat yang cukup besar dalam perencanaan, biaya sistem dan pelatihan, dan sebagainya dari harmonisasi.
Kerugian : Perpajakan dan sistem jaminan sosial memiliki pengaruh yang kuat terhadap efisiensi ekonomi. Sistem yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda. Kemampuan untuk membandingkan cara kerja pendekatan yang berbeda di negara yang berbeda menyebabkan negara-negara mampu melakukan peningkatan sistem mereka masing-masing. Negara-negara saling berkompetisi dan kompetisi memaksa mereka untuk mengadopsi sistem yang efisien melalui beroperasinya semacam kekuatan pasar. Persetujuan atas sistem perpajakan yang satu akan menjadi seperti pendirian kartel dan akan menghilangkan manfaat yang akan diperoleh dari kompetisi antar negera.
Sebuah tulisan yang terbaru juga mendukung adanya GAAP global yang terharmonisasi. Manfaatnya:
1.      Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambaran berarti. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
2.      Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik, portofolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berkurang
3.      Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi
4.      Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tinggi.
Kritik atas saran Internasional
Ø  Penentuan standar internasional merupakan solusi yang terlalu sederhana atas masalah yang rumit.
Ø  Beberapa pengamat berpendapat bahwa penetapan standar akuntansi internasional pada dasarnya merupakan sebuah taktik kantor-kantor akuntan besar yang menyediakan jasa akuntnasi internasional untuk memperluas pasarnya.
Ø  Adopsi standar internasional akan menimbulkan standar yang berlebihan.
Rekonsiliasi atas pengakuan bersama
Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi yang mungkin digunakan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas:
1. Rekonsiliasi
2. Pengakuan bersama (imbal balik/resiprositas)
Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun LK dengan menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara ukuran-ukuran akuntansi yang penting di negara asal dan di negara di mana laporan keuangan di laporkan.
Rekonsiliasi berbiaya lebih rendah bila dibandingkan dengan penyusunan laporan keuangan lengkap berdasarkan prinsip akuntansi yang berbeda. Namun demikian rekonsiliasi hanya menyajikan ringkasan, dan bukan gambaran perusahaan yang utuh.
HARMONISASI AKUNTANSI MEKSIKO
Meksiko merupakan Negara berbahasa Spanyol dengan penduduk terbanyak di dunia. Meksiko memiliki secara umum perekonomian pasar bebas. Perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan pemerintah mendominasi perminyakan dan sarana umum, sedangkan perusahaan swasta mendominasi industri manufaktur, konstruksi, pertambangan, hiburan dan jasa. Pemerintah juga melakukan privatisasi kepemilikannya dalam industri-industri yang tidak strategis. Reformasi ekonomi pasar bebas selama tahun 1990-an membantu mengurangi inflasi, meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi, dan memberikan fundamental ekonomi yang lebih sehat. Perjanjian yang paling penting untuk Meksiko adalah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara ( North American Free Trade Agreement – NAFTA ) yang ditandatangani dengan Kanada dan Amerika Serikat tahun 1994.
Meksiko merupakan perekonomian ke-9 terbesar di dunia (dalam hal PDB). Berdasarkan standar internasional masih relatif kecil, karena perusahaan lebih menyukai untuk memperoleh modal melalui utang dibanding dengan ekuitas. Mengingat dominasi perusahaan yang dikontrol keluarga, perusahaan-perusahaan meksiko tradisional menjaga informasinya dan merahasiakan pelaporan keuangan. Ciri penting lain akuntansi meksiko adalah penggunaan akuntansi tingkat harga umum yang komprehensif sebagai dasar pengukuran. Meksiko juga berkomitmen terhadap harmonisasi dengan IAS/IFRS. Meksiko semakin melihat tuntutan IASB atas sejumlah masalah akuntansi, khususnya apabila tidak terdapat standar Meksiko yang membahasnya.
Standar akuntansi di Meksiko memperbolehkan perusahaan untuk menyesuaikan nilai persediaannya terhadap laju inflasi, dan kebanyakan negara lain melarang hal tersebut.
Untuk mencegah munculnya permasalahan-permasalahan yang diakibatkan adanya perbedaan dalam standar akuntansi yang digunakan oleh berbagai negara, Dewan Komite Standar Akuntansi Internasional (Board of IASC) yang didirikan pada tahun 1973 mengeluarkan standar akuntansi internasional (IAS). Keluarnya IAS tersebut diikuti dengan beberapa intepretasi tentang IAS dalam bentuk SIC (Standing Intepretation Committee).
Perkembangan selanjutnya adalah IASC membentuk IASC Foundation. Melalui IASC Foundation tersebut pengembangan standar akuntansi dan standar pelaporan memasuki tahap baru. Tahapan baru dalam pengembangan standar akuntansi dan pelaporan tersebut adalah dengan dibentuknya beberapa badan yang ada di bawah IASC Foundation. Beberapa badan bentukan IASC Foundation adalah
(a)    IASB (International Accounting Standard Board)
(b)   IFRIC (International Financial Reporting Committee)
(c)    SAC (Standard Advissory Committee).
IASB berperan dalam menerbitkan standar akuntansi yang baru dengan meperhatikan masukan dari SAC. IFRIC berperan memberikan inteprestasi atas standar yang dikeluarkan oleh IASB. Langkah IASB selain menerbitkan standar baru adalah merevisi dan mengganti standar-standar lama yang telah ada sebelumnya. Standar-standar yang dikeluarkan oleh IASB tersebut kemudian diberi nama IFRS (Internastional Financial Reporting Standard). IFRS dapat berisi standar yang menggantikan standar yang sebelumnya atau standar yang memang benar-benar baru.
Standar tersebut, IFRS dan IAS, menjadi acuan atau diadopsi langsung oleh para penyusun standar di tiap-tiap negara yang ingin merevisi standar mereka agar sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional. Standar yang telah dibuat oleh penyusun standar tersebut, yang mungkin telah mengacu pada IFRS dan IAS, kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam pencatatan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang berada dalam wilayah berlakunya standar tersebut.
Dalam kaitannya dengan standar internasional, terdapat beberapa macam langkah yang dilakukan oleh banyak negara sehubungan dengan perbedaan dengan standar yang mereka buat sebelumnya. Secara garis besar langkah-langkah yang dapat diambil tersebut dapat dibagi menjadi harmonisasi dan konvergensi.
Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan komparabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Secara sederhana pengertian harmonisasi standar akuntansi dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional. Negara tersebut hanya membuat agar standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional.
Harmonisasi fleksibel dan terbuka sehingga sangat mungkin ada perbedaan antara standar yang dianut oleh negara tersebut dengan standar internasional. Hanya saja diupayakan perbedaan dalam standar tersebut bukan perbedaan yang bersifat bertentangan. Selama perbedaan tersebut tidak berlawanan standar tersebut tetap dipakai oleh negara yang bersangkutan.
Konvergensi dalam standar akuntansi dan dalam konteks standar internasional berarti nantinya ditujukan hanya akan ada satu standar. Satu standar itulah yang kemudian berlaku menggantikan standar yang tadinya dibuat dan dipakai oleh negara itu sendiri. Sebelum ada konvergensi standar biasanya terdapat perbedaan antara standar yang dibuat dan dipakai di negara tersebut dengan standar internasional.
Konvergensi standar akan menghapus perbedaan tersebut perlahan-lahan dan bertahap sehingga nantinya tidak akan ada lagi perbedaan antara standar negara tersebut dengan standar yang berlaku secara internasional
a. Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Hukum komersial meksiko dan hukum pajak penghasilan berisi ketentuan-ketentuan mengenai pembuatan ringkasan catatan akuntansi tertentu dan penyusunan laporan keuangan, namun pengaruh keduanya terhadap pelaporan keuangan secara umum terbilang minimal. Institut Akuntan Publik Meksiko menerbitkan standar akuntansi dan auditing di Meksiko. Standar akuntansi dikembangkan oleh Komisi Prinsip akuntansi yang berada dibawah institut tersebut, sedangkan standar auditing merupakan tanggung jawab Komisi Prosedur dan Standar Auditing. Profesi akuntansi di Meksiko cukup dewasa, terorganisasi dengan baik, dan sangat dihargai oleh masyarakat bisnis.
Meskipun sistem hukumnya didasarkan pada hukum sipil, penetapan standar akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan Inggris- Amerika, atau Anglo-Saxon dan bukan pendekatan Eropa Kontinental. Standar akuntansi diakui memiliki kewenangan oleh pemerintah secara khusus oleh Komisi Pasar Modal dan Perbankan Nasional, yang mengatur Bursa Efek Meksiko. Prinsip akuntansi Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil dan diterapkan untuk seluruh bentuk badan usaha. Komisi Pasar Modal dan Perbankan Nasional mengeluarkan aturan untuk perusahaan yang sahamnya tercatat, yang umumnya membatasi pilihan-pilihan tertentu dalam prinsip akuntansi yang diterima secara umum.
Seluruh perusahaan yang didirikan menurut hukum Meksiko (sociedades anonimas) harus menunjuk setidaknya seorang auditor wajib untuk menyusun laporan keuangan tahunan kepada pemegang saham. Perusahaan atau kelompok usaha konsolidasi yang memenuhi kriteria ukuran tertentu harus menyampaikan laporan audit kepatuhan pajak setiap tahunnya kepada Departemen Audit Pajak Federal Kementrian Keuangan. Laporan tersebut terdiri dari Laporan Keuangan yang diaudit, skedul tambahan dan pernyataan auditor bahwa tidak ada kesalahan yang terlihat
b.  Pelaporan Keuangan.
Tahun fiskal perusahaan Meksiko harus bersamaan dengan tahun kalender. Laporan keuangan konsolidasi komparatif harus disusun, terdiri dari :
Ø  Neraca
Ø  Laporan Laba Rugi
Laporan keuangan harus disesuaikan terhadap inflasi. Pengaruh penyesuaian tersebut disajikan dalam laporan perubahan ekuitas pemegang saham. Format laporan perubahan posisi keuangan mirip dengan laporan arus kas dan dibagi menjadi aktivitas operasi, investasi dan pembiayaan. Namun demikian, karena disajikan dalam Peso harga konstan,” arus kas “ yang dihasilkan tidak mencerminkan arus kas sebagaimana yang dipahami berdasarkan akuntansi biaya historis.
Ø  Laporan perubahan Equitas Pemegang Saham
Ø  Laporan perubahan posisi keuangan\
Ø  Catatan
Catatan merupakan bagian integral laporan keuangan (yang dibahas oleh laporan auditor) dan mencakup berikut ini :
·         Kebijakan akuntansi perusahaan.
·         Kontinjensi dalam jumlah material.
·         Komitmen pembelian aktiva dalam jumlah besar atau berdasarkan kontrak sewa guna usaha.
·         Detail utang jangka panjang dan kewajiban dalam mata uang asing.
·         Pembatasan terhadap deviden.
·         Jaminan.
·         Program pensiun karyawan.
·         Transaksi dengan pihak berhubungan istimewa.
·         Pajak Penghasilan.
Pengukuran Akuntansi
Ada beberapa metode yang digunakan dalam pengukuran akuntansi antara lain:
Metode ekuitas digunakan untuk apabila terdapat pengaruh, tetapi bukan kendali yang umumnya berarti besarnya kepemilikan berkisar antara 10 hingga 50 %.
Usaha patungan dapat dikonsolidasikan secara proporsional atau dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
Meksiko telah mengadopsi Standar Akuntansi Internasional no. 2 mengenai transaksi mata uang asing.
Metode akuntansi pembelian dan penyatuan kepemilikan untuk penggabungan usaha dapat digunakan, tergantung pada keadaannya.Jika mayoritas pemegang saham perusahaan yang diakuisisi tidak terus mempertahankan kepemilikan dalam usaha tersebut maka metode pembelian yang digunakan, jika ya, metode penyatuan kepemilikan yang digunakan.
Goodwill merupakan kelebihan harga pembelian dari nilai kini aktiva bersih yang diperoleh.. Goodwill tersebut diamortisasi terhadap laba selama periode ekspektasi manfaat yang dibatasi selama 20 tahun.
Akuntansi tingkat harga umum digunakan di meksiko.
Biaya historis aktiva non-moneter disajikan ulang dalam peso berdasarkan daya beli terkini dengan menerapkan faktor yang diambil dari Indeks Harga Konsumen Nasional (NCIP).
Komponen ekuitas pemegang saham juga dinyatakan ulang dengan menggunakan NCIP.
Keuntungan dan kerugian yang berasal dari kepemilikan aktiva dan kewajiban moneter dimasukkan dalam laba periode kini, tetapi pengaruh penyajian ulang dimasukkan ke dalam ekuitas pemegang saham.
Harga penjualan dan beban depresiasi dinyatakan dalam peso harga konstan dalam laporan laba rugi, yang konsisten dengan perlakuan persediaan dalam aktiva tetap.
Sebuah aktiva tetap berwujud didepresiasikan selama masa manfaatnya.
Sebuah aktiva tidak berwujud diamortisasi selama masa manfaatnya kecuali jika masa manfaatnya tidak terbatas, dan dilakukan uji penurunan nilai tiap tahunnya.
Biaya penelitian dibebankan pada saat terjadinya. Sedangkan biaya pengembangan dikapitalisasikan dan diamortisasikan apabila kelayakan teknologi telah dipastikan.
Sewa guna usaha diklasifikasikan sebagai pembiayaan atau operasi biasa, sedangkan pembayaran sewa dari sewa  guna usaha biasa dibebankan dalam laporan laba rugi.
Kerugian kontinjensi diakru apabila mungkin terjadi dalam besarnya dapat diukur.
Cadangan kontinjensi umum tidak dapat diperkenankan dalam GAAP Meksiko.
Pajak tangguhan dibentuk secara penuh, dengan metode kewajiban.
Biaya pensiun karyawan, premi senioritas dan pembayaran pemberhentian karyawan diakru pada saat berjalan jika jumlahnya dapat diestimasikan secara memadai berdasarkan perhitungan aktuarial.

Cadangan wajib ( hukum ) dibuat dengan mengalokasikan 5% dari laba tiap tahunnya hingga cadangan besarnya mencapai 20% dari nilai modal saham yang beredar

AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI MATA UANG ASING DAN DERIVATIF MATA UANG ASING

AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI MATA UANG ASING DAN DERIVATIF MATA UANG ASING

AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI MATA UANG ASING
DAN DERIVATIF MATA UANG ASING
VALUTA  ASING
Dasar Pasar
Nilai tukar adalah jumlah satu mata uang yang harus diberikan untuk memperoleh satu unit mata uang lain. Jika angka ini dikutip untuk transaksi mata uang saat ini―biasanya untuk pengiriman dalam waktu dua hari kerja―hal itu disebut kurs spot. Sebagian besar transaksi dalam mata uang terjadi di pasar spot. Pasar berjangka adalah untuk transaksi yang akan diselesaikan di kemudian hari. Sebagian besar transaksi di pasar berjangka 30 sampai 180 hari ke depan, tetapi kontrak jatuh tempo lainnya yang memungkinkan. Tingkat maju tingkat kontraktual antara pedagang valuta asing dan kliennya. Hal ini jarang sama dengan kurs spot pada hari kontrak dibuat, dan mungkin atau mungkin tidak sama dengan kurs spot yang berlaku saat kontrak berjangka selesai.
Pasar Spot
Sebagian besar transaksi mata uang asing berlangsung dengan pedagang asing dari bank. Oleh karena itu, harga dikutip dari perspektif pedagang. Biasanya, pedagang akan menawarkan dua kutipan―tawaran dan harga penawaran mata uang asing. Misalnya, penawaran untuk poundsterling Inggris mungkin muncul sebagai berikut:
$ 1.5495/05
yang berarti bahwa pedagang akan membeli pound untuk $ 1.5495 (tawaran) dan menjual pound untuk $ 1.5505 (menawarkan atau meminta). Perbedaan antara dua kutipan adalah marjin keuntungan untuk pedagang dan sering disebut sebagai titik-titik (misalnya, 10 poin pada contoh).
Kutipan nilai tukar dapat diperoleh dari sejumlah sumber, seperti Wall Street Journal (Amerika Serikat) dan Financial Times (Inggris). Bagan 12.1 menyediakan 31 Mei 1996, suku bunga yang diumumkan di Wall Street Journal. Dua tingkat yang berbeda dikutip untuk setiap hari. Dua kolom pertama berisi kutipan langsung (juga disebut sebagai “Syarat AS”), yang merupakan jumlah setara dengan mata uang lokal (dalam hal ini Dolar AS) ke salah satu unit mata uang asing. Dua kolom kedua berisi kutipan tidak langsung (juga disebut sebagai “istilah Eropa”), yang merupakan jumlah mata uang asing yang dibutuhkan untuk satu unit mata uang lokal. Misalnya, dalam pameran 12.1 nilai tukar dolar AS dan lira Itallian adalah sebagai berikut:
$.0006474 Per lira (langsung) atau
ItL1544.55 per dolar AS (tidak langsung)
Diskusi kita sejauh ini telah terpusat pada nilai tukar antara dolar AS dan mata uang lainnya. Harga umumnya dikutip cara ini karena sebagian besar transaksi mata uang asing terjadi dalam dolar, bahkan ketika dua mata uang selain dolar secara langsung terlibat. Sebagai contoh, sebuah perusahaan Meksiko menjual barang ke perusahaan Swiss mungkin denominasi penjualan dalam dolar sehingga importir Swiss franc mengkonversi ke dalam dolar, dan Meksiko eksportir mengkonversi dolar ke peso. Nilai tukar antara peso dan Swiss franc disebut tingkat lintas, tingkat antara dua yang tidak dikutip (dalam hal ini dua nondollar) mata uang.
Tingkat Silang
Ketika membahas nilai tukar dari perspektif AS, tingkat silang hubungan antara dua mata uang nondollar. Misalnya, jumlah deutschemark per pound Inggris akan dianggap sebagai tingkat lintas. Salah satu cara untuk menentukan tingkat salib adalah untuk membagi kutipan deutschemark tidak langsung oleh pound Inggris kutipan tidak langsung dari tanda kutip kurs spot dalam pameran 12.1 (1.5230/6.450 = deutschemark 2.3612 per pound). Cara lain adalah dengan menggunakan tabel silang tingkat yang ditemukan di bagian bawah gambar 12.1. sel dimana baris Jerman memotong kolom pound adalah tingkat silang untuk menandai deutsche per pound. Tingkat silang sangat membantu bagi negara-negara yang perdagangan secara signifikan satu sama lain, seperti Jerman dan Inggris atau Perancis.
Pasar Derivatif
Derivatif adalah kontrak yang nilainya perubahan dalam konser dengan pergerakan harga di komoditas atau mendasarinya yang terkait atau instrumen keuangan, seperti saham (saham) atau mata uang asing. Bab ini lebih sempit berkaitan dengan derivatif mata uang asing. Sedangkan transaksi spot di pasar dalam transaksi valuta asing yang terjadi dalam dua hari kerja, mata uang asing pasar derivatif berurusan dengan transaksi mata uang asing yang akan berlangsung di masa depan, dan nilai dari derivatif didasarkan pada perdagangan spot. Pasar derivatif adalah bervariasi dan kompleks, namun dalam bab ini kita akan berurusan dengan ke depan, tukar-menukar, dan opsi. Derivatif berbeda dalam hal volume transaksi dan di mana mereka dapat dilaksanakan. Setiap derivatif akan dibahas dalam bagian terpisah.
Pasar Berjangka
Sebuah kontrak berjangka adalah kontrak antara pedagang mata uang asing dan klien untuk penjualan dimasa depan atau pembelian valuta asing. Kontrak berjangka merupakan turunan karena nilai masa depan didasarkan pada kurs spot saat ini. Selama periode stabilitas valuta asing, mungkin ada relatif sedikit perbedaan antara spot saat ini dan tingkat maju. Perbedaan antara kurs spot dan berjangka dikenal sebagai selisih.
Tukar- Menukar Mata Uang Asing
Salah satu turunan yang paling cepat berkembang dan paling populer adalah tukar-menukar mata uang asing. Sebuah besaran tempat tukar-menukar bersama dan transaksi berjangka. Sebagai contoh, asumsikan bahwa perusahaan AS baru saja menerima dividen dari anak perusahaan Perancis, tetapi ia tidak menggunakan untuk franc Perancis selama tiga puluh hari. Anak Perusahaan Perancis bisa mengambil franc Perancis dan deposito mereka di bank Perancis selama tiga puluh hari untuk memperoleh bunga, atau bisa masuk ke dalam transaksi tukar-menukar. Dalam tukar-menukar, perusahaan AS akan mengambil franc Perancis ke bank dan mengkonversikannya ke dolar AS untuk digunakan selama tiga puluh hari di Amerika Serikat. Pada saat yang sama, itu akan masuk ke dalam kontrak berjangka dengan bank untuk memberikan dolar dalam tiga puluh hari dalam pertukaran untuk franc Perancis di nilai tukar berjangka.
Pilihan
Derivatif yang lain adalah suatu pilihan, yang merupakan hak namun tidak berkewajiban untuk perdagangan mata uang asing dengan nilai tukar yang diberikan atau sebelum memberikan tanggal di masa depan. Sebuah opsi adalah turunan karena nilai masa depan didasarkan pada kurs spot saat ini. Opsi dapat diperdagangkan di bursa, seperti Philadelphia Stock Exchange, atau dengan perantara keuangan, seperti bankir investasi seperti Goldman Sachs.
Ada dua pihak untuk suatu pilihan, penulis opsi dan pemegang opsi. Penulis opsi menjual pilihan, dan pemegang opsi tersebut, juga dikenal sebagai pembeli, membeli opsi dari penulis. Pemegang memiliki kekuatan untuk menjalankan atau mengeksekusi opsi, yaitu memilih untuk membuat kurs yang dimungkinkan oleh pilihan. Seperti yang kita akan jelaskan di lebih rinci nanti, pemegang opsi harus membayar biaya di muka (premium) ke penulis opsi, tetapi pemegang, bukan penulis, yang menentukan apakah atau tidak pilihan akan dieksekusi.
Pilihan yang dapat berupa penawar opsi atau peminta opsi. Seorang penawar opsi memberikan pemegang hak untuk menjual mata uang asing ke penulis opsi, dan peminta opsi memberikan pemegang hak untuk membeli mata uang asing dari penulis opsi.
Tanggal berakhirnya opsi adalah hari terakhir yang opsi dapat dilaksanakan, dan ada dua klasifikasi sesuai dengan pilihan mana yang dapat dikonversikan: sebagai pilihan gaya Eropa atau pilihan gaya Amerika. Dalam kasus pilihan bergaya Eropa, opsi dapat dieksekusi hanya pada tanggal kedaluwarsa. Dalam hal opsi bergaya Amerika, opsi dapat dilaksanakan setiap saat sampai dengan tanggal kedaluwarsa. pilihan bergaya Eropa cenderung lebih murah daripada pilihan bergaya Amerika karena pelaksanaan tunggal.
Biaya opsi terdiri dari premi dan biaya broker. Premi yang harus dibayar oleh pemegang ke penulis opsi secepat pilihan yang dimasukkan ke dalam, dan tidak ada pengembalian premi yang diberikan kepada pemegang jika opsi tidak dilaksanakan. Premi seperti premi asuransi-Anda membayar apakah Anda mengumpulkan atau tidak. Jika opsi ini ditulis pada bursa seperti Bursa Efek Philadelphia, biaya harus dibayar kepada pialang saham pada saat opsi dimasukkan ke dalam dan juga harus dibayar jika opsi tersebut dilakukan.
Selain premi, ada juga biaya perantara untuk memasuki kontrak yang diperdagangkan di bursa. Jika pemegang opsi latihan, ada lagi biaya broker dibebankan pada tanggal pelaksanaan. Walaupun tidak ada biaya broker diset, kita bisa berasumsi bahwa untuk contoh kita bahwa biaya adalah ¥6,250,000 setiap (¥100 juta ÷ 6,250,000 = 16). dengan harga strike 93, kontrak masing-masing akan biaya.
6,250,000 ¥ × $ 0,000179
=
$1,118,75
Biaya Broker
=
25,00
Jumlah
=
$1,143.75
Untuk kontrak enam belas, total biaya adalah $ 1,143.75 untuk $ 18,300. ini berarti bahwa jika kita ingin mengadakan kontrak panggilan untuk menerima ¥ 100,000,000 pada harga strike 93, maka akan dikenakan biaya $ 930,000 ditambah biaya pilihan $ 18,300. jika kita memutuskan untuk memanfaatkan opsi tersebut, maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar $ 400 (16 x $ 25). pada akhir September, apakah kita memerlukan keputuskan atau tidak melaksanakan opsinya. Jika kurs spot pada tanggal jatuh tempo sama dengan harga strike ($ 0.0093), pilihan dianggap jika nilai tukar spot pada tanggal jatuh tempo lebih besar dari $ 0.0093 “pada uang.”, Yang dolar akan melemah terhadap yen, dan itu akan mengambil lebih banyak dolar untuk mendapatkan yen daripada jika kita hak opsi tersebut. Oleh karena itu, pilihan dianggap “in-the-money” karena harga strike adalah menguntungkan dengan harga pasar, dan kami akan melaksanakan opsinya.
Sebagai contoh, jika nilai tukar spot pada akhir September berjumlah $ 0.0090, kita tidak akan memanfaatkan opsi tersebut, dan akan biaya berikut ini untuk mendapatkan yen:
100,000,000 ¥ × $ 0.0090
=
$ 900,000
Premi dan biaya broker
=
+18,300
Total biaya
=
$ 918,300
Kelemahan dari opsi ini adalah bahwa biaya premium dan broker harus dibayar, bahkan jika opsi tidak dilaksanakan.
Namun, pilihan menetapkan batas tentang apa yang dibayarkan untuk mendapatkan ¥ 100 juta. Jika dolar melemah, dan kurs spot pada akhir September adalah $ 0.0098, kami akan memanfaatkan opsi tersebut dan mengeluarkan biaya lain broker, dan akan biaya berikut ini untuk mendapatkan yen:
100,000,000 ¥ × $ 0.0093
=
$930,000
Premi dan biaya broker awal
=
18,300
Biaya broker untuk latihan
=
400
Total biaya
=
$948,700
Tanpa pilihan, itu akan menelan biaya $ 980,000. semakin lemah dollar menjadi terhadap yen, semakin baik pilihan terlihat. Dengan demikian, pilihan memastikan bahwa paling kita akan pernah harus membayar untuk yen adalah $ 948,700, nilai tukar efektif $ 0.009487 (¥ 105.4 per dolar).
Pasar Valuta Asing
Valuta asing diperdagangkan dua puluh empat jam per hari di seluruh dunia dengan berbagai lembaga. Devisa diperdagangkan di antara bank di pasar antar bank, melalui broker valuta asing, melalui pialang efek di bursa efek yang berbeda, dan di atas meja oleh lembaga keuangan bukan bank, seperti bank investasi. Pasar antar bank adalah pasar yang paling penting dalam perdagangan asing exchange.in April 1995, dua pertiga dari semua perdagangan mata uang asing adalah antara dealer bank. Dari kategori sisanya sepertiga dari perdagangan valuta asing, terbesar dari perdagangan yang terlibat lembaga keuangan bukan bank dengan 20 persen dari perdagangan.
Selain berhadapan langsung dengan satu sama lain, bank juga menangani langsung dengan satu sama lain melalui spesialis disebut pialang valuta asing. Misalnya, jika bank yang memegang poundsterling Inggris (“lama dalam pound”) dan mereka ingin menjual pound, mereka bisa menghubungi broker yang akan menemukan sebuah bank bersedia untuk membeli pound. Pedagang melaksanakan sekitar 40 sampai 50 persen dari perdagangan mereka dengan bank lain melalui komputer, 10 persen lainnya melalui telepon, dan 30 sampai 40 persen sisanya melalui broker. Perubahan yang paling signifikan dalam aktivitas trading adalah gerakan untuk perdagangan berbasis komputer lebih sebagai bank mulai untuk menghubungkan bersama untuk memfasilitasi perdagangan.
Di luar perdagangan bank, valuta asing juga diperdagangkan melalui pasar khusus seperti Pasar Moneter Internasional dari Chicago Mercantile Exchange, London International Financial Future Exchange, Bursa Efek Philadelphia, dan pasar over-the-counter. Pertukaran terdaftar cenderung berspesialisasi dalam derivatif seperti futures dan options, dan satu harus berurusan melalui perantara perdagangan efek untuk efek perdagangan. Broker membuat kesepakatan di lantai bursa daripada melalui telepon. Sebaliknya, pasar over-the-counter melibatkan bank-bank investasi seperti Goldman Sachs dan Bankers Trust dan merupakan sumber tumbuh pesat derivatif untuk nasabah perusahaan.
Mata uang paling banyak diperdagangkan di dunia adalah dolar AS, yang angka pada satu sisi dari 3 persen dari omset melaporkan bersih (masing-masing perdagangan mata uang melibatkan dua mata uang). Namun, dolar lebih penting dalam beberapa perdagangan mata uang (misalnya dolar Kanada, dolar Australia dan yen Jepang) daripada di tempat lain (seperti mata uang Eropa). Seperti kita catat sebelumnya setiap perdagangan mata uang adalah sepasang, yang melibatkan dua mata uang. Tujuh dari sepuluh pasangan mata uang terbesar melibatkan dolar AS. Kelima top dollar / tanda deutsche (25,4 persen dari total perdagangan), dolar / yen (20,2 persen), dolar / poundsterling Inggris (9,5 persen), dolar / Franc Swiss (6,1 persen ), dan dolar / dolar Kanada (3,2 persen). Salib-rate paling penting perdagangan adalah tanda deutsche / British pound (3,1 persen), menandai deutsche / yen (2,5 persen), dan menandai deutsche / Franc Swiss (1,7 persen). Dari angka-angka ini, jelas bahwa mata uang yang dominan di dunia adalah dolar AS, tandai deutsche, dan yen.
Seperti yang ditampilkan gambar 12.1 menunjukkan, negara yang paling penting di mana valuta asing diperdagangkan adalah Britania Raya, Amerika Serikat, dan Jepang. Namun, pasar penting lainnya adalah Singapura, Swiss, Hong Kong, dan Jerman. Sangat menarik untuk dicatat pentingnya London sebagai pusat perdagangan, meskipun British pound bukanlah perdagangan mata uang dominan seperti dolar, tanda deutsche, atau yen. Namun, dolar lebih dan tanda deutsche diperdagangkan di London daripada poundsterling Inggris, dan lebih dari mata uang yang diperdagangkan di London daripada di pasar rumah mereka.
                                                32%                                         Mata Uang Lainnya
                                                  9%                                         Franc Swiss
                                                14%                                         Pound Inggris
                                                23%                                         Yen Jepang
                                                40%                                         German Mark
                                                82%                                         Dollar Amerika
                                              200%                                         Total
Gambar 12.1 Perdagangan Valuta Asing Harian, 1992
AKUNTANSI UNTUK MATA UANG ASING DERIVATIF
Seperti kita catat sebelumnya, derivatif mata uang asing, instrumen keuangan yang mendasari nilai didasarkan pada kurs spot tukar. Derivatif yang paling umum mata uang asing berjangka, tukar-menukar, mendatang, dan opsi.
Masalah dengan akuntansi untuk derivatises mata uang asing adalah bahwa tidak ada standar tunggal yang berhubungan dengan semua jenis derivatif, dan standar yang tidak konsisten dalam perlakuan mereka terhadap derivatif. Akuntansi untuk instrumen derivatif tertentu tergantung pada sifat dari derivatif (berjangka, tukar-menukar, mendatang, opsi) dan apa yang sedang digunakan untuk (perdagangan, non perdagangan). Derivatif yang diperdagangkan atau tujuan spekulasi termasuk yang diadakan untuk menangani dan aktivitas perdagangan lainnya, dan mereka biasanya “ditandai-ke-pasar” Turunan dimiliki untuk nontrading tujuan biasanya digunakan untuk lindung nilai item yang mendasarinya,. Dan mereka dicatat foro berbeda maka adalah turunan dimiliki untuk aktivitas perdagangan.
Peringatan perlu dibuat, namun. FASB sedang mempertimbangkan sebuah standar baru pada derivatif yang signifikan mungkin akan mengubah cara kami menghitung derivatif. Dalam proposal semua turunan harus”ditandai-untuk”-pasar, bukan hanya yang dimiliki untuk diperdagangkan. Namun, keuntungan dan kerugian untuk tujuan diperdagangkan akan dibawa ke pendapatan, dan keuntungan dan kerugian untuk tujuan pengelolaan risiko (kegiatan nontrading seperti yang dijelaskan sebelumnya) akan dibawa ke ekuitas. Karena ini bukan standar pada titik ini, kita akan berurusan dengan derivatif seperti yang dipersyaratkan dalam U.S. GAAP.
Bagan 12.5 mengidentifikasi pernyataan utama oleh FASB dan Kemunculan Isu-Isu Permasalahan Kuat (EITF) dari FASB. Salah satu standar Pertama untuk menangani derivatif adalah Pernyataan 52, yang dikeluarkan pada bulan Desember 1981. Meskipun Pernyataan 52 khusus menangani kontrak berjangka, itu menyebutkan (paragraf 17) bahwa “perjanjian yang, pada dasarnya, pada dasarnya sama dengan kontrak berjangka, misalnya, tukar-menukar mata uang, harus dicatat dengan cara yang sama ke pembukuan untuk kontrak berjangka. “kontrak mendatang juga sama dengan kontrak berjangka dan akan tercakup dalam Pernyataan 52. Hal ini akan meliputi sel 1 sampai 12 di pameran 12.4.  Namun, Pernyataan 52 tidak meliputi pilihan. Ini merekomendasikan satu pendekatan untuk akuntansi untuk kontrak berjangka yang digunakan sebagai lindung nilai transaksi dan komitmen yang spesifik dan pendekatan lain untuk akuntansi untuk kontrak spekulatif, juga dikenal sebagai kontrak perdagangan.
Pada tahun 1984, FASB mengeluarkan Pernyataan 80, Akuntansi Kontrak Berjangka, yang menetapkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan untuk kontrak berjangka,
Dokumen
Judul
Aplikasi
PSAK No 52
Mata Uang Asing
Transaksi Akuntansi lindung nilai sehubungan dengan transaksi mata uang asing, termasuk ke depan dan swap mata uang
PSAK No 80
Akuntansi Kontrak Berjangka
Estabilishes standar akuntansi dan pelaporan untuk kontrak berjangka
PSAK No 105
Pengungkapan informasi tentang Instrumen Keuangan dengan Off-Balance-Sheet Risiko dan Keuangan Instrumen dengan Konsentrasi Kredit Risiko
Seperti dijelaskan dalam judul
PSAK No 107
tentang Keterbukaan Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Seperti dijelaskan dalam judul
PSAK No 119
Pengungkapan tentang Instrumen Keuangan Derivatif Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Keterbukaan membedakan antara turunan yang diselenggarakan atau tujuan lain selain trading
EITF No 90-17
Lindung Nilai Valuta Asing Risiko dengan Opsi Dibeli
Seperti dijelaskan dalam judul
EITF No 90-1
Antar Lindung Nilai Valuta Asing Risiko
Seperti dijelaskan dalam judul
EITF No 90-4
Lindung Nilai Valuta Asing Risiko dengan Opsi Kompleks dan Transaksi serupa
Seperti dijelaskan dalam judul
(Kecuali untuk kontrak berjangka mata uang asing). Terlepas dari fakta bahwa 80 Pernyataan tidak berurusan dengan berjangka mata uang asing, mempersulit Pernyataan 52 dengan memungkinkan akuntansi lindung nilai untuk transaksi diantisipasi. Dengan demikian, kita memiliki dua standar berurusan dengan berjangka-satu untuk berjangka mata uang asing dan satu tidak-yang memungkinkan perlakuan akuntansi yang berbeda untuk transaksi diantisipasi. Meskipun Pernyataan 80 tidak setuju dengan pilihan, itu sangat berpengaruh dalam EITF Issue, No 90-17 yang memungkinkan akuntansi lindung nilai untuk membeli opsi mata uang asing yang digunakan untuk lindung nilai transaksi diantisipasi, asalkan kondisi dalam Pernyataan 80 terpenuhi.
Pada tahun 1986, FASB menambahkan proyek pada instrumen keuangan dan pendanaan off-balance-sheet untuk agenda teknis Its untuk mengembangkan standar luas berurusan dengan instrumen keuangan dan transaksi yang terkait. Karena kompleksitas isu, dewan telah mengeluarkan serangkaian standar mengenai pengungkapan informasi, terutama Pernyataan 105, 107, dan 119. Karena laporan berurusan terutama dengan isu-isu pengungkapan, kami akan menunda pembahasan mereka sampai bab 13.
Hedge Akuntansi
Seperti yang kita bahas accouting untuk derivatif, istilah akuntansi lindung nilai akan digunakan berkali-kali. Lindung nilai ini dirancang untuk melindungi account yang mendasari dari risiko nilai tukar. Sebagai contoh,. rekening mata uang dibayar dalam mata uang asing dikenakan rugi selisih kurs jika mata uang asing memperkuat. Dengan demikian, kontrak maju bisa masuk ke untuk menghilangkan resiko hutang. Konsep simetri dalam transaksi ini adalah untuk memungkinkan keuntungan atau kerugian atas kontrak forward untuk dipertanggungjawabkan pada saat yang sama dengan kerugian atau keuntungan atas transaksi yang mendasari (akun hutang dalam hal ini). Dengan demikian, akuntansi lindung nilai istilah ini merujuk kepada simetri pengakuan. Kebalikan dari akuntansi lindung nilai akan menjadi pengobatan derivatif sebagai spekulasi, yang kita bahas lebih rinci di bawah.
keuntungan akuntansi lindung nilai adalah bahwa keuntungan dan kehilangan pada derivatif mengimbangi kerugian dan keuntungan pada transaksi yang mendasarinya. Namun, kondisi khusus harus ada untuk akuntansi lindung nilai untuk berfungsi.             Kriteria dasar adalah sebagai berikut:
l  item yang akan lindung nilai mengekspos perusahaan (atau entitas yang terpisah untuk transaksi mata uang asing) terhadap harga, mata uang, atau risiko suku bunga (risiko mata uang adalah jenis risiko yang dibahas dalam bab ini).
l  Posisi lindung nilai mengurangi eksposur (misalnya, ada hubungan yang tinggi antara perubahan nilai pasar dari posisi lindung nilai dan perubahan invers nilai pasar yang dilindung nilai).
l  Posisi lindung nilai tersebut ditetapkan sebagai hedge.
Semua standar yang ada akan mengizinkan akuntansi lindung nilai yang akan digunakan untuk lindung nilai atas resiko transaksi yang mendasari. Namun, standar berbeda dalam perlakuan mereka terhadap transaksi komitmen dan diantisipasi. Statement 52 izin akuntansi lindung nilai untuk kontrak berjangka yang digunakan untuk lindung nilai komitmen yang kuat. Namun, dua kondisi yang harus ada untuk akuntansi lindung nilai yang akan digunakan:
l  transaksi mata uang asing harus ditetapkan sebagai, dan efektif sebagai, lindung nilai atas komitmen mata uang asing.
l  komitmen mata uang asing adalah perusahaan.
Namun, Pernyataan 80 (berjangka mata uang nonforeign) dan EITF Issue No 90-17 (membeli opsi mata uang asing) mengizinkan lindung nilai komitmen perusahaan serta transaksi diantisipasi bila karakteristik signifikan dan persyaratan yang diharapkan dari transaksi diantisipasi diidentifikasi dan besar kemungkinan bahwa transaksi yang diantisipasi akan terjadi. Perbedaan antara pernyataan hanya mengutip membuat sulit untuk menentukan apakah akuntansi lindung nilai harus diijinkan untuk transaksi tertentu. Diharapkan, standar akan diterbitkan dalam waktu dekat untuk membersihkan kebingungan.
Pendekatan kami di halaman berikut ini akan memberikan contoh akuntansi kontrak berjangka untuk lindung nilai komitmen dan transaksi dan akuntansi untuk opsi dan tukar menukar, dan untuk membahas pernyataan otoritatif dari Perusahaan non-U.S. standar pengaturan nasional dan internasional.
AKUNTANSI UNTUK KONTRAK BERJANGKA:
PENDAHULUAN
Biaya kontrak berjangka, tidak termasuk biaya transaksi bahwa pedagang valuta asing mungkin akan mengenakan biaya, memerlukan pengetahuan dari empat nilai tukar:
l  kurs spot pada tanggal kontrak tersebut masuk ke
l  tingkat kontrak berjangka
l  kurs spot diharapkan ketika kontrak harus diselesaikan, dan
l  kurs spot sebenarnya ketika kontrak selesai
Harga ini diperlukan ketika mencoba untuk menentukan apakah akan masuk ke dalam kontrak dan ketika mengevaluasi keputusan kontrak setelah selesai. Namun, harus ditekankan bahwa adalah mustahil untuk memprediksi apa yang akan kurs, sehingga spot rate yang diharapkan adalah sedikit lebih dari satu tebakan. Selain itu, evaluasi setelah fakta efektivitas dari suatu kontrak berjangka sebagai lindung nilai mudah untuk dilakukan, tetapi tidak relevan dari sudut pandang ketika keputusan harus dibuat. Kontrak berjangka yang masuk ke dalam untuk membawa kepastian ke arus kas, tidak perlu untuk membuat lebih banyak uang. Selain tarif, kurs spot yang berlaku pada setiap tanggal laporan keuangan digunakan untuk menentukan keuntungan atau kerugian kontrak.
Dalam mencoba memutuskan apakah akan masuk ke dalam kontrak, manajer keuangan dapat melihat dua biaya yang berbeda, premium atau diskonto dan biaya kesempatan. Premi atau diskonto hanya perbedaan antara tingkat maju dan tempat pada tanggal kontrak dimasukkan ke dalam.
Biaya kesempatan (ex ante) adalah perbedaan antara tingkat di depan dan kurs spot masa datang. Meskipun orang akan mengharapkan tingkat maju untuk sama atau mendekati spot rate yang diharapkan, hal ini tidak mungkin benar dalam beberapa situasi, sehingga mempengaruhi keputusan manajer keuangan untuk masuk ke dalam kontrak. Masalahnya adalah bahwa kurs spot masa datang yang jauh dari tertentu, dan seharusnya tidak menjadi alasan utama untuk keputusan manajer untuk masuk ke dalam kontrak.
            Tipe lain dari biaya peluang dapat digunakan untuk mengevaluasi kontrak setelah selesai. Ini biaya kesempatan (ex post) adalah perbedaan antara tingkat di depan dan kurs spot aktual yang berlaku saat kontrak selesai. Di sini manajer dapat mengevaluasi apa yang akan terjadi jika tidak ada kontrak telah dimasukkan ke dalam. Dua yang pertama biaya yang relevan untuk memutuskan apakah akan masuk ke dalam kontrak, dan biaya ketiga adalah untuk evaluasi setelah fakta. Seperti yang telah disebutkan, bagaimanapun, adalah jauh lebih mudah untuk menentukan setelah fakta apa yang harus dilakukan.
Sebelum masuk ke perlakuan akuntansi kontrak berjangka sebagai lindung nilai terhadap risiko kerugian selisih kurs, maka harus ditunjukkan bahwa suatu kontrak berjangka adalah kontrak pelaksana di mana kedua belah pihak sepakat untuk melakukan sesuatu di masa mendatang.
Komitmen Lindung Nilai Mata Uang Asing
Ketika perusahaan mengambil komitmen, ia akan masuk ke dalam kontrak untuk membeli atau menjual aset, dengan pengiriman yang akan dibuat beberapa waktu di masa depan. Pada saat itu, tidak ada transaksi dicatat pada buku-buku karena partai tidak telah memenuhi setiap bagian dari kontrak; pengiriman tidak mengambil piace, dan pembayaran belum dilakukan.
            Untuk kontrak berjangka yang lindung nilai atas komitmen, setiap keuntungan atau kerugian atas kontrak akan ditangguhkan sampai transaksi dicatat, dan mereka digunakan untuk menyesuaikan biaya pembelian atau pendapatan dari penjualan. Ini mengasumsikan bahwa kontrak atau transaksi mata uang asing lainnya yang ditunjuk dan efektif sebagai lindung nilai dari komitmen mata uang asing dan bahwa komitmen mata uang asing adalah perusahaan. penangguhan tersebut hanya berlaku untuk yang bagian dari kontrak atau transaksi yang mencakup komitmen atas dasar setelah pajak. Keuntungan atau kerugian atas dan di atas jumlah yang harus langsung dibawa ke penghasilan, seperti yang terjadi di lain transaksi mata uang asing.
            Premi atau diskon atas kontrak berjangka (perbedaan antara kurs spot dan berjangka kali jumlah kontrak) juga akan ditangguhkan dan diperlakukan dengan cara yang sama seperti keuntungan atau kerugian yang baru saja dijelaskan.
Pengobatan Alternatif
Sebuah alternatif lain rekaman kontrak berjangka adalah untuk memperlakukannya sebagai benar-benar dari neraca. Entri tersebut sebagai berikut:
Maret 1                Tidak ada Jurnal
31 Maret              Rugi                      30.000
                                    Kontrak piutang                           30.000
Untuk merekam perubahan dalam piutang kontrak berjangka karena perubahan nilai tukar antara tanggal 1 Maret dan 31 Maret
April 30              Kontrak piutang              10.000
                                   Keuntungan ditangguhkan                          10.000
                            Pembelian                  1.570.000
                            Kontrak piutang              20.000
                                   Rugi / laba                                                    20.000
                                   Kas                                                           1.570.000
Dalam beberapa hal, ini adalah cara yang lebih tepat untuk mencatat entri pada buku-buku, tetapi lebih sulit untuk memvisualisasikan arus kas dan untuk melihat bagaimana kontrak forward mempengaruhi nilai pembelian.
Lindung Nilai Transaksi Mata Uang Asing
Transaksi lindung nilai mata uang asing berbeda dari komitmen lindung nilai mata uang asing di tempat bahwa transaksi telah mengambil yang menimbulkan piutang mata uang asing atau hutang. Acara ini bisa menjadi penjualan atau pembelian barang atau jasa, pembayaran atau penerimaan dividen, atau pembayaran atau penerimaan pokok dan bunga atas kewajiban keuangan. Pernyataan 52 mensyaratkan bahwa piutang mata uang asing atau hutang menjadi trandated dengan nilai tukar saat ini pada setiap tanggal neraca, dengan keuntungan atau kerugian yang dilaporkan dalam operasi berjalan. Untuk kontrak berjangka dimasukkan sebagai lindung nilai untuk piutang mata uang asing atau hutang, Pernyataan 52 mensyaratkan bahwa premi atau diskonto yang harus diamortisasi selama masa kontrak dan keuntungan atau kerugian dari kontrak dibawa langsung ke pendapatan.
Lindung Nilai Investasi Bersih
Alasan ketiga untuk masuk ke dalam kontrak berjangka adalah untuk lindung nilai posisi neraca terkena cabang asing atau anak perusahaan. Walaupun diskusi tentang isu ini sekarang mungkin tampak agak dini pada bahwa kita belum didefinisikan secara tegas keseimbangan eksposur lembar, kita masih bisa berurusan dengan konsep lindung nilai. Sangat singkat, konsep eksposur berarti bahwa dolar setara saldo mata uang asing dalam perubahan account ketika perubahan nilai tukar tersebut.
Mari kita berasumsi bahwa sebuah perusahaan AS memiliki anak perusahaan di Inggris dengan posisi aktiva bersih terpapar (aset terpapar melebihi terkena kewajiban) sebesar £ 1 juta. Ini berarti bahwa dolar setara bahwa perubahan posisi ketika nilai tukar antara dolar dan perubahan pound. Jika pound itu melemah terhadap dolar, bahwa aset akan menghasilkan dolar lebih sedikit, mengakibatkan kerugian selisih kurs. Bagaimana perusahaan melindungi diri terhadap risiko ini? Ada beberapa cara yang berbeda untuk melindungi, salah satunya adalah untuk memasuki kontrak berjangka untuk menciptakan sebuah kewajiban dalam pound dengan menyetujui untuk memberikan pound kepada pedagang valuta asing dan menerima dolar kembali. Dengan cara itu kerugian pada posisi aktiva terpapar dalam mata uang melemah akan diimbangi oleh keuntungan pada posisi yang terkena kewajiban dalam mata uang yang sama. Pernyataan 52 memungkinkan laba atau rugi selisih kurs dan premium atau diskonto yang akan dibawa ke komponen terpisah dari ekuitas daripada pendapatan.
Forward Kontrak untuk Spekulasi
Penggunaan utama akhir untuk kontrak forward adalah untuk spekulasi dimana alasan utama perusahaan untuk masuk ke dalam kontrak ini adalah untuk membuat uang di kontrak (laba perdagangan) bukan melindungi komitmen bisnis, transaksi, atau terkena posisi neraca.
Sebuah kontrak berjangka dipertanggungjawabkan jauh berbeda untuk spekulasi daripada untuk tujuan lain. Prosedur dasar untuk akuntansi untuk kontrak spekulatif adalah sebagai berikut: (1) dalam kontrak rekaman, Anda mengabaikan premi atau diskonto, (2) pada setiap tanggal neraca, Anda menandai nilai kontrak untuk nilai pasar saat ini ( mark-to-pasar), dan (3) Anda mengakui keuntungan atau kerugian atas kontrak pada setiap tanggal neraca. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari langkah 2 ditemukan dengan mengalikan jumlah kontrak dengan perbedaan antara tingkat maju yang tersedia untuk sisa kontrak dan tingkat kontrak berjangka atau nilai pada kontrak yang telah dicatat dalam sebelumnya keuangan negara.
            Hal yang menarik tentang perlakuan akuntansi kontrak berjangka pengobatannya bervariasi berdasarkan tujuan kontrak, walaupun kontrak itu sendiri adalah persis sama dalam setiap situasi.
Akuntansi Pilihan
Seperti kita catat sebelumnya, pedoman akuntansi opsi ditemukan di No Issue 90-17 EITF daripada Pernyataan 52, dan itu sangat dipengaruhi oleh Pernyataan 80 pada future non-asing-mata uang. Pilihan dapat digunakan untuk transaksi lindung nilai, komitmen, dan transaksi diantisipasi, asalkan kondisi berikut ditemukan dalam Pernyataan 80 terpenuhi:
  1. Karakteristik signifikan dan persyaratan yang diharapkan dari tindakan transaksi diantisipasi yang diidentifikasi.
  2. besar kemungkinan bahwa transaksi diantisipasi akan terjadi.
Hal ini dimungkinkan untuk membeli opsi dalam satu mata uang untuk melindungi transaksi diantisipasi di tempat lain, tetapi harus ada korelasi yang tinggi antara kedua mata uang. Selain itu, opsi tidak dapat digunakan untuk lindung nilai posisi strategis atau kompetitif tetapi hanya dapat digunakan untuk kondisi yang baru saja dijelaskan, serta untuk investasi bersih pada entitas asing.
            Ketika sebuah perusahaan melakukan kontrak pilihan yang diperdagangkan di bursa, ia harus membayar biaya premium dan broker ke penulis opsi. Premi dicatat sebagai aset sampai pilihan tersebut dilakukan atau sampai penyimpangan. Pilihan itu sendiri dicatat sebagai entri memorandum sebagai pos luar neraca. Keuntungan atau kerugian atas pilihan diperlakukan sebagai tujuan akuntansi lindung nilai sejauh dapat ditangguhkan sampai dengan tanggal transaksi atau digunakan untuk mengimbangi keuntungan dan kerugian atas transaksi yang mendasarinya, sedangkan keuntungan dan kerugian pilihan perdagangan harus dibawa ke laporan laba rugi.
Perbandingan Praktek Nasional
Sebagian besar negara-negara industri memiliki pendekatan yang serupa dengan akuntansi lindung nilai, tapi semua sedang mempelajari instrumen keuangan yang lebih erat, dan standar cenderung berubah dalam waktu dekat. Pendekatan Inggris dengan akuntansi derivatif adalah serupa dengan Amerika Serikat. Jika derivatif tersebut dilakukan untuk tujuan perdagangan, perlakuan normal untuk menandai ke pasar dan keuntungan dan kerugian segera diakui. Jika derivatif yang memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai, tujuannya adalah untuk mencapai simetri antara pengakuan laba dan bahwa dari obyek yang dilindungi nilainya. Kualifikasi untuk lindung nilai pada dasarnya sama dengan yang dijelaskan di atas dalam kasus Amerika Serikat, dan antisipasi peristiwa masa depan yang tersedia untuk akuntansi lindung nilai jika mereka relatif tertentu.
            Pendekatan Jepang ke akuntansi instrumen keuangan fot sangat tidak diatur dan lebih bergantung pada praktik industri dan hukum pajak dari pada standar akuntansi tertentu. Perdagangan derivatif-khususnya untuk bank-cenderung ditandai ke pasar, tapi yang tidak praktek bagi lembaga selain bank. Perusahaan-perusahaan cenderung menggunakan akuntansi lindung nilai sama dengan apa yang akan menemukan di Amerika Serikat. Dalam penambahan, tidak mungkin yang penuh mark-to-pasar akuntansi akan berlangsung selama beberapa waktu, meskipun itu sangat mungkin di Amerika Serikat dan IASC.
            Praktek Kanada sejajar bahwa dari IASC, karena IASC dan Dewan Standar Akuntansi Ikatan Akuntan Kanada Chartered mulai bekerja pada sebuah proyek bersama pada instrumen keuangan pada tahun 1988. Kedua diterbitkan draft pajanan pertama mereka pada bulan September 1991 dan terus mengembangkan standar mereka bersama-sama. Pembahasan dari IASC yang berikut adalah apa yang Anda akan menemukan dalam praktek di Kanada.
Standar Akuntansi Internasional
Akuntansi lindung nilai bukanlah isu utama dalam IAS 21, bahkan di komparatif / Proyek Perbaikan. Revisi IAS 21 menyatakan bahwa akuntansi lindung nilai akan dibahas dalam suatu standar akuntansi internasional pada laporan keuangan. Ini berbeda dari FASB, 52 Pernyataan yang berkaitan dengan masalah mata uang asing serta akuntansi lindung nilai. “E48, Instrumen Keuangan,” diterbitkan pada bulan Januari 1994. IASC dewan memutuskan untuk memecahkan proyek keuangan instrumen dalam dua bagian: pertama diterbitkan pada bulan Mei 1995 sebagai IAS 32, Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, berkaitan dengan keterbukaan, dan yang kedua, yang diterbitkan pada tahun 1996, berkaitan dengan pengakuan dan pengukuran, terakhir merupakan pokok bab ini. Mirip dengan pemikiran di Amerika Serikat, dewan IASC menggambarkan instrumen keuangan individu sebagai saham untuk tujuan jangka panjang atau jatuh tempo sebagai lindung nilai atau untuk tujuan lain.
            Salah satu elemen kunci untuk akuntansi lindung nilai adalah untuk resiko untuk hadir. E48 memungkinkan risiko diidentifikasi pada perusahaan secara keseluruhan atau di unit usaha perorangan dalam perusahaan. Selain itu, izin akuntansi lindung nilai akan digunakan untuk transaksi mengantisipasi masa depan dengan syarat bahwa itu adalah sangat mungkin transaksi masa depan akan terwujud. Seperti dengan US GAAP, derivatif harus ditujukan sebagai lindung nilai untuk dapat menggunakan akuntansi lindung nilai.

Masalah utama yang dipertimbangkan dalam tahap kedua dari proyek instrumen keuangan adalah sama dengan yang sedang dipertimbangkan di Amerika Serikat: harus derivatif yang digunakan untuk perdagangan, lindung nilai, atau spekulasi menjadi “pasar ke pasar” atau dinyatakan sebesar harga perolehan? Tentu saja ada ada konsensus di seluruh dunia pada masalah itu.